JAKARTA, (BIMAS HINDU) - Prestasi luar biasa berhasil ditorehkan oleh siswa Hindu dari Adi Widyalaya Saraswati Kupang bernama I Wayan Rahadya Avend Kesumajaya. Setelah berhasil mengalahkan peserta lainnya di tingkat Provinsi, Rahadya berhasil sampai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di cabang olah raga renang tingkat SD yang diadakan oleh Pertamina 2024.
Namun demikian, Rahadya masih belum berkesempatan untuk meraih juara di tingkat nasional. Meski begitu, prestasi gemilang hingga bisa menembus olimpiade di tingkat nasional adalah suatu capaian luar biasa yang begitu membanggakan untuk sekolah Hindu, terutama Adi Widyalaya Saraswati.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Prof. I Nengah Duija turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada siswa Widyalaya tersebut atas prestasi hingga bisa ikut olimpiade tingkat nasional.
"Astungkara dalam tingkat nasional anak-anak kita di Widyalaya sudah bisa menembus prestasi nasional. Dan itu pastinya yang terbaik dari provinsi. Saya ucapkan selamat atas prestasi yang luar biasa. Teruslah semangat untuk terus meningkatkan prestasi diri," tutur Prof. Duija di Jakarta saat bersama I Wayan Rahadya Avend Kesumajaya dan para pendampingnya, Jumat (23/8/2024).
Atas prestasi ini, Prof. Duija berharap Rahadya jadi inspirasi dan siswa-siswi Widyalaya yang lain bisa mengikuti prestasi-prestasi berbagai kompetisi yang ada di daerah hingga nasional.
"Sehingga peningkatan prestasi dan mutu pendidikan kita mulai dasar hingga pendidikan tinggi bisa tercapai dari nasional, bahkan hingga internasional," katanya.
Dirjen Bimas Hindu juga memberikan hadiah berupa kitab Sarasmuscaya kepada I Wayan Rahadya Avend Kesumajaya dengan harapan ke depan makin menjadi pribadi Hindu yang berkarakter.
"Kita ingin anak-anak kita punya karakter. Literasi bacaan-bacaan itu harus sedini mungkin diberikan kepada anak-anak Hindu agar mereka lebih cepat menerima nilai-nilai ajaran agama kita," tuturnya.
Ke depan, kata dia, perlu ada paket-paket untuk mereka. Siapa pun yang akan menjadi juara nasional itu ada bingkisan-bingkisan buku yang secara tidak langsung memberikan semacam stimulus untuk mereka menggunakan literasi keagamaan sebagai sumber mencari kebenaran dalam agama.