KUPANG (Bimas Hindu) - Adi Widyalaya Saraswati Kupang kembali menegaskan kiprahnya sebagai salah satu sekolah dasar berprestasi di Nusa Tenggara Timur. Dalam ajang Filosi Robotic Competition 2026 tingkat Provinsi NTT, sekolah berakreditasi A itu berhasil meraih Juara III setelah menunjukkan kemampuan merakit dan memahami sistem robotik sederhana hingga tingkat lanjutan.
Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi yang digelar pada 20–22 Mei 2026 di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan, Kota Kupang. Ajang ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kreativitas, berpikir logis, sekaligus memperkenalkan teknologi robotik sejak usia dini.
Dalam perlombaan itu, peserta dari Adi Widyalaya Saraswati Kupang harus melewati dua tahapan utama. Pada babak kualifikasi, mereka diminta merakit Smart Trash Bin atau tempat sampah otomatis dengan memanfaatkan sensor ultrasonik dan motor servo. Sistem tersebut dibuat agar tutup tempat sampah dapat terbuka otomatis ketika mendeteksi objek di sekitarnya.
Sementara pada babak final, para peserta menghadapi tantangan yang lebih kompleks melalui proyek Smart Traffic Light atau lampu lalu lintas pintar. Rangkaian ini dirancang menggunakan LED merah, kuning, dan hijau, sensor ultrasonik, buzzer, serta LCD sebagai media informasi. Lampu bekerja berdasarkan durasi yang telah diprogram, sedangkan buzzer berbunyi ketika kendaraan terdeteksi melintas saat lampu merah menyala.
Tim Adi Widyalaya Saraswati Kupang terdiri atas Komang Devania Maharini Wijaya, Kadek Denaya Putri Gangga Maheswari, dan Kadek Arya Bramasta. Ketiganya didampingi oleh Christian Eumeric Louis Fallo, S.T., yang terlibat dalam proses pembimbingan sejak persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Kepala Adi Widyalaya Saraswati Kupang, Ni Nyoman Suparwati, S.Pd., M.Pd., Gr., menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik sekolah dasar pun mampu bersaing dalam bidang teknologi modern.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan ketekunan, murid sekolah dasar pun mampu bersaing dan bersinar di bidang teknologi modern. Juara 3 ini diharapkan menjadi pijakan awal dari perjalanan panjang anak-anak Saraswati di dunia teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman berkompetisi di ajang robotik ini diharapkan membentuk karakter siswa yang tangguh dan rendah hati.
“Semoga pengalaman berkompetisi ini membentuk mentalitas juara yang tangguh, dan rendah hati untuk menyongsong masa depan yang cerah,” kata dia.
Filosi Robotic Competition 2026 dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, S.Sos., M.Sc. Acara tersebut juga dihadiri Founder Logosi Institute Erwin Alexander, Co-Founder dan Manager Logosi Institute Virginia Da Silva, Koordinator Satpel BPVP Kupang Wilfrianus Sabon Tawa, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi di NTT.
Dalam sambutannya, Serena menegaskan bahwa kompetisi robotik bukan semata ajang perlombaan, melainkan langkah awal untuk menyiapkan generasi muda NTT agar siap menghadapi era digital.
“Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar perlombaan robot biasa. Ini adalah gerakan. Kita ingin anak-anak muda NTT tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi tampil sebagai pencipta dan inovator,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi di sektor pertanian dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, inovasi teknologi dapat menjadi jawaban atas tantangan produktivitas di daerah.
“Kalau dulu petani kita bekerja secara tradisional dengan hasil terbatas, maka dengan teknologi produktivitas bisa meningkat berkali-kali lipat. Teknologi harus menjadi jawaban untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Founder Logosi Institute, Erwin Alexander, menjelaskan bahwa Filosi Robotic Competition 2026 lahir dari kepedulian terhadap rendahnya literasi dan minat robotik di NTT. Karena itu, kompetisi dibuat terbuka untuk jenjang SD, SMP, SMA, hingga kategori umum, sebagai upaya mengenalkan teknologi sejak dini kepada generasi muda.
Untuk tingkat SD, peserta diperkenalkan pada perakitan robot sederhana berbasis permainan edukatif. Tingkat SMP ditantang membuat Smart Obstacle Car atau mobil penghindar rintangan, sedangkan peserta SMA diminta menciptakan sistem robotik yang mampu memberikan solusi atas persoalan di NTT. Adapun kategori umum mengikuti lomba Line Follower yang menguji kemampuan robot membaca jalur otomatis.
Erwin menyebut seluruh peserta juga mendapatkan workshop gratis sebelum kompetisi dimulai. Pelatihan tersebut menghadirkan pembimbing dari sejumlah perguruan tinggi di NTT, di antaranya Universitas Nusa Cendana, Universitas Widya Mandira Kupang, dan Universitas Timor.
Keberhasilan Adi Widyalaya Saraswati Kupang meraih Juara III menjadi sinyal positif bahwa pendidikan berbasis teknologi di NTT terus berkembang. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pelajar daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di bidang sains, teknologi, dan inovasi digital apabila didukung pembinaan yang tepat.
Capaian tersebut juga menjadi motivasi semangat bagi sekolah untuk terus memfasilitasi dan mengembangkan bakat siswa di bidang teknologi digital, kecerdasan buatan, dan robotika melalui pembelajaran yang adaptif dan modern.
#Bimas Hindu #Adi Widyalaya Saraswati Kupang