Lampung Tengah (BIMAS HINDU) — Upaya membentuk generasi muda Hindu yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai dharma terus dilakukan melalui kegiatan pembinaan keagamaan di pasraman. Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H., memberikan pembinaan kepada siswa-siswi Hindu di Pasraman Wit Mulyo, Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh semangat dan interaktif tersebut mengangkat materi tentang Dasendriya, yakni sepuluh indra yang dimiliki manusia menurut ajaran Hindu. Materi ini diberikan sebagai bekal dasar bagi para siswa dalam memahami pentingnya pengendalian diri sejak usia dini.
Dalam pemaparannya, I Ketut Ginada menjelaskan bahwa Dasendriya terdiri atas Panca Buddhindriya atau lima indra pengetahuan, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Selain itu terdapat Panca Karmendriya, yakni lima indra tindakan yang meliputi mulut, tangan, kaki, alat pembuangan, dan alat reproduksi.
Ia menegaskan bahwa seluruh indra merupakan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang harus digunakan secara bijaksana sesuai tuntunan dharma. Pengendalian indra menjadi kunci penting dalam membentuk perilaku yang baik dan menghindarkan diri dari tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
“Sebagai generasi Hindu, anak-anak perlu memahami fungsi setiap indra yang dimiliki serta belajar mengendalikannya sejak dini. Mata digunakan untuk melihat hal-hal yang baik, telinga untuk mendengarkan ajaran yang benar, mulut untuk berkata jujur dan sopan, serta seluruh indra lainnya digunakan untuk mendukung perilaku yang sesuai dengan dharma,” ujar Ginada.
Melalui pembinaan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep Dasendriya secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengendalian indra yang baik diyakini dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Kegiatan pembinaan rutin di Pasraman Wit Mulyo menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat śraddhā dan bhakti generasi muda Hindu. Dengan pemahaman agama yang baik, diharapkan lahir generasi yang mampu menjaga nilai-nilai Hindu di tengah perkembangan zaman serta menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.