Lampung Tengah (Bimas Hindu) - Kesiapan membangun keluarga tidak hanya dimulai ketika seseorang hendak menikah. Pemahaman tentang tanggung jawab, komunikasi, keharmonisan, dan nilai keagamaan perlu dikenalkan sejak masa remaja. Pesan itu menjadi fokus pembinaan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) bagi kelompok remaja Hindu di Kampung Rama Indra, Lampung Tengah, Senin (14/9/2026).
Pembinaan dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Eka Wulandari dengan menyasar pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Seke Truna Truni (STT). Program RBKS merupakan layanan Ditjen Bimas Hindu yang mencakup bimbingan, konseling, dan pembinaan keluarga.
Eka Wulandari mengatakan pembinaan sejak usia remaja menjadi langkah edukatif untuk memberikan bekal sebelum generasi muda memasuki Grahasta Asrama atau kehidupan berumah tangga.
“Pembinaan RBKS ini tidak hanya berbicara tentang perkawinan, tetapi juga bagaimana mempersiapkan generasi muda agar memahami tanggung jawab, komunikasi, keharmonisan, serta nilai-nilai agama yang harus menjadi landasan dalam membangun keluarga. Dengan pembinaan sejak dini, diharapkan mereka memiliki kesiapan yang lebih baik ketika nantinya memasuki Grahasta Asrama,” ujar Eka Wulandari.
Menurut Eka, keluarga memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter dan kehidupan keagamaan generasi penerus. Karena itu, pemuda Hindu perlu memahami tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis, religius, dan berlandaskan Dharma.
Pembinaan juga dimanfaatkan untuk memberikan informasi kepada pemuda dan pemudi yang telah memiliki rencana menikah mengenai Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin (Catin). Bimbingan tersebut direncanakan dilaksanakan pada akhir September 2026 oleh Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah.
“Kami juga memanfaatkan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada pemuda-pemudi yang sudah memiliki rencana untuk melangsungkan pernikahan agar dapat mengikuti bimbingan pra nikah calon pengantin. Harapannya, mereka tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki kesiapan pengetahuan dan mental dalam membangun kehidupan rumah tangga,” tambahnya.
Kegiatan turut didampingi pengurus adat setempat. Kehadiran unsur adat dinilai penting karena pembentukan karakter generasi muda tidak terlepas dari lingkungan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
Pengurus adat setempat menyambut baik pembinaan tersebut dan menilai persiapan generasi muda untuk membangun keluarga merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami sangat mendukung kegiatan pembinaan seperti ini. Pemuda adalah generasi penerus adat dan masyarakat. Mereka perlu dibekali pemahaman agama sekaligus nilai-nilai adat agar ketika nantinya membangun keluarga, mereka mampu menjaga keharmonisan keluarga dan tetap melestarikan nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Pembinaan RBKS di Kampung Rama Indra memperlihatkan bahwa pendidikan keluarga dapat dimulai jauh sebelum pasangan memasuki jenjang perkawinan. Bagi generasi muda Hindu, pemahaman mengenai tanggung jawab, nilai Dharma, komunikasi, dan kehidupan sosial menjadi bagian dari bekal untuk menjalani Grahasta Asrama.
Penyuluh Agama Hindu berharap pembinaan serupa dapat menjangkau lebih banyak kelompok pemuda Hindu di Lampung Tengah sehingga penguatan keluarga Sukinah tidak hanya menyentuh pasangan yang akan menikah, tetapi juga generasi yang sedang mempersiapkan masa depannya.
Kontributor : ketut suwarta