Belu (Bimas Hindu) - Penguatan layanan keagamaan bagi umat Hindu di wilayah perbatasan menjadi fokus kunjungan kerja Pembimbing Masyarakat Hindu Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Ketut Suji ke Kantor Kemenag Kabupaten Belu, Rabu (29/7/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyelaraskan program pembinaan, mengevaluasi kondisi keumatan, serta memperkuat koordinasi antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT dan Kementerian Agama Kabupaten Belu.
Pembimas Hindu NTT hadir didampingi Staf Bimas Hindu, I Putu Eriyadi, dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, Fidelis Seran, S.Ag., M.M., bersama Kepala Subbagian Tata Usaha, Deky Hermawan, S.Fil., serta Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Belu, Ketut Sukariati, S.Pd.
Mengawali pertemuan, Fidelis Seran menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sekaligus menyambut kehadiran I Ketut Suji sebagai Pembimas Hindu Provinsi NTT.
"Kami menyambut baik kehadiran Bapak I Ketut Suji. Koordinasi seperti ini sangat penting untuk menyamakan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan umat Hindu, khususnya di Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan," ujar Fidelis.
Pembahasan kemudian difokuskan pada perkembangan jumlah umat Hindu di Kabupaten Belu sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, dibahas pula strategi pelaksanaan program di tengah penyesuaian anggaran pemerintah agar pelayanan kepada umat tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pembinaan.
Pembimas Hindu Provinsi NTT, I Ketut Suji, menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan keagamaan tidak hanya ditentukan oleh dukungan anggaran, tetapi juga oleh kuatnya koordinasi antarsatuan kerja dan keterlibatan aktif masyarakat.
"Wilayah perbatasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pola pembinaan yang adaptif. Karena itu, komunikasi yang baik antara Kanwil, Kementerian Agama Kabupaten, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat menjadi kunci agar pelayanan kepada umat Hindu dapat berjalan efektif dan berkelanjutan," katanya.
Ia juga mendorong agar umat Hindu terus dilibatkan dalam berbagai program lintas sektor sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama, pelestarian nilai budaya, serta pembangunan kehidupan keagamaan yang harmonis di Kabupaten Belu.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi, memperbarui data keumatan secara berkala, serta mengoptimalkan pelaksanaan program pembinaan sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan keagamaan sekaligus memperkokoh peran Kementerian Agama dalam mendampingi umat Hindu di wilayah perbatasan.