Bangli (BIMAS HINDU) – Upaya membentuk generasi muda yang tangguh, sehat, dan berkarakter terus dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli melalui program Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu yang tergabung dalam Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) di SMP Negeri 1 Susut, Senin (8/6/2026), menjadi sarana pembekalan penting bagi remaja dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Mengusung tema “Mencegah Kenakalan Remaja dan Narkotika, Cegah Pernikahan Dini, Cegah Stunting Menuju Generasi GEN CINTA”, kegiatan ini memberikan edukasi yang menyentuh kebutuhan nyata generasi muda saat ini. Ratusan siswa mengikuti kegiatan dengan antusias melalui berbagai sesi pembinaan yang berlangsung interaktif dan komunikatif.
Para Penyuluh Agama Hindu menekankan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam menentukan arah masa depan. Karena itu, remaja perlu dibekali dengan pemahaman yang benar agar mampu mengambil keputusan yang bijaksana, menjaga diri dari pengaruh negatif, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Remaja adalah aset masa depan bangsa. Karena itu, mereka perlu memiliki ketahanan diri, keberanian mengatakan tidak pada hal-hal negatif, serta kemampuan untuk merencanakan masa depan yang lebih baik,” ungkap salah satu Penyuluh Agama Hindu dalam sesi pembinaan.
Melalui kegiatan BRUS, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan. Selain itu, mereka juga diajak memahami pentingnya menghindari pernikahan usia dini yang berpotensi menghambat pendidikan dan pengembangan diri, serta memahami pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan sosial, pembinaan juga menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Para peserta didik didorong untuk membangun pergaulan yang positif, meningkatkan semangat belajar, serta memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak dan produktif.
“Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter yang kuat, disiplin, serta kemampuan menjaga diri dari pengaruh yang dapat merugikan masa depan,” pesan penyuluh kepada para peserta.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang memperkuat sinergi antara penyuluh agama, sekolah, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal. Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia remaja, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual sebagai fondasi menghadapi tantangan zaman.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran Penyuluh Agama Hindu dinilai memberikan nilai tambah dalam proses pembentukan karakter peserta didik, sekaligus memperkuat pendidikan moral dan spiritual di lingkungan sekolah.
Melalui program BRUS, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli berharap para remaja mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, berintegritas, dan memiliki ketahanan diri yang kuat. Lebih dari sekadar kegiatan penyuluhan, BRUS menjadi investasi pembinaan generasi muda agar mampu meraih masa depan yang lebih baik sekaligus menjadi agen perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.