Cegah Stunting, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Buru Ajak Generasi Muda Hidup Sehat

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru

Buru (Humas Hindu) - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, Hadi Nur Slamet, S.Ag., memberikan pembinaan pencegahan stunting kepada generasi muda Hindu di Desa Balbalu, Kecamatan Fena Leisela, Selasa (26/8/2025).

Dalam pembinaannya, Hadi Nur Slamet menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi psikososial terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.

“Stunting bukan hanya soal pertumbuhan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak dan masa depan anak. Karena itu, pencegahannya harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi generasi muda yang akan membangun keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan tiga aspek penting dalam pencegahan stunting, yakni pola asuh, pola makan, serta sanitasi dan ketersediaan air bersih. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, merupakan fondasi utama untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat.

Adapun langkah strategis yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:

  1. Menghindari perkawinan usia dini agar kesiapan berkeluarga lebih matang.
  2. Memastikan ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup sehingga dapat melahirkan generasi sehat.
  3. Membiasakan pola hidup sehat dan menerapkan pola asuh yang baik sejak dini.
  4. Menyiapkan kehidupan berkeluarga dengan memahami sepuluh dimensi kesiapan berkeluarga, meliputi kesiapan usia, fisik, mental, finansial, moral, emosi, sosial, interpersonal, keterampilan hidup, dan intelektual.

Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, Hadi Nur Slamet menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi generasi muda Hindu dalam memahami pentingnya pencegahan stunting.

“Dengan pengetahuan dan kesadaran yang baik, kita dapat bersama-sama mencegah stunting dan mewujudkan generasi Hindu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, H. La Fata, S.Ag., MH., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Kami mendukung penuh langkah para penyuluh agama dalam memberikan edukasi pencegahan stunting, karena persoalan ini menyangkut masa depan bangsa. Generasi muda harus disiapkan sejak dini dengan gizi yang cukup, pola hidup sehat, dan kesiapan berkeluarga yang matang,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan penyuluh lintas agama dalam isu-isu sosial seperti pencegahan stunting merupakan bukti nyata bahwa Kementerian Agama hadir tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.


Berita Daerah LAINNYA