Damai dalam Ketenangan: Penyuluh Agama Hindu Bangli Bina Spiritual Rehabilitan RSJ

Program "Ruang Pulih" melalui bimbingan keagamaan bagi 22 rehabilitan psikososial di RSJ Manah Shanti Mahotama

Bangli (BIMAS HINDU) – Proses pemulihan kesehatan jiwa tidak hanya bergantung pada penanganan medis, tetapi juga memerlukan sentuhan spiritual yang mendalam. Menyadari hal tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli menghadirkan program "Ruang Pulih" melalui bimbingan keagamaan bagi 22 rehabilitan psikososial di RSJ Manah Shanti Mahotama, Kamis (09/07/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk menjadi oase bagi para rehabilitan, membantu mereka menata kembali kesehatan mental, emosional, dan spiritual. Sesi bimbingan diawali dengan praktik Nitya Karma Puja Tri Sandhya, Bhadrika Pranayama, serta Kultivasi AUM untuk menciptakan ketenangan batin sebelum memasuki materi inti.

Dalam sesi penyuluhan, para penyuluh memperkenalkan ajaran Catur Gakara sebagai pedoman hidup baru yang lebih tenang dan terarah:

Gangga: Menjaga kesucian lahir dan batin.

Gita: Menemukan kedamaian lewat lantunan Dharma Gita.

Gayatri: Membangun disiplin spiritual melalui mantra.

Govinde: Menjalin hubungan harmonis dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta sesama.

"Melalui Catur Gakara, kami ingin memberikan pedoman praktis agar rehabilitan memiliki hidup yang lebih disiplin dan penuh optimisme. Ruang Pulih adalah ikhtiar kami agar mereka tidak merasa sendiri, melainkan senantiasa dikuatkan oleh nilai-nilai Dharma dalam upaya mereka untuk bangkit," ungkap salah satu Penyuluh Agama Hindu Kemenag Bangli.

Suasana haru dan khidmat terasa saat sesi Dharma Tula, di mana para peserta secara aktif melantunkan Dharma Gita "Kidung Wargasari Ida Ratu Saking Luhur". Lantunan kidung ini menjadi media refleksi bagi peserta untuk senantiasa eling (ingat) kepada Sang Pencipta dalam setiap kondisi keterbatasan yang mereka hadapi.

Program "Ruang Pulih" ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan layanan keagamaan yang inklusif dan berdampak. Dengan pendekatan spiritual yang intensif, diharapkan para rehabilitan memiliki ketahanan mental yang lebih kuat, kedamaian batin, serta motivasi yang tumbuh dari dalam diri untuk kembali menjalani kehidupan yang mandiri dan bermakna saat kembali ke tengah masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA