Makassar (BIMAS HINDU) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pembimbing Masyarakat Hindu menggelar kegiatan bertajuk "Dharma Tula Sekaligus Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru IAHN Gde Pudja Mataram Tahun Akademik 2026/2027".
Dipusatkan di Pura Giri Natha Makassar, kegiatan strategis ini dilaksanakan secara hybrid pada Selasa (14/07/2026) malam, guna menjangkau partisipasi umat secara lebih luas.
Dipandu oleh Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, I Ketut Bali Putra Ariawan, acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting pembinaan umat. Turut hadir Penyelenggara Hindu Kabupaten Luwu Timur dan Sidrap, jajaran Penyuluh Agama Hindu, para Guru Pendidikan Agama Hindu se-Sulawesi Selatan, serta perwakilan lembaga keagamaan tingkat provinsi maupun Kota Makassar seperti PHDI, WHDI, LPDG, Peradah, PSN, dan Banjar Hindu Dharma Makassar.
Hadir secara langsung sebagai narasumber utama, Rektor Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi tingginya atas antusiasme umat Hindu di Sulawesi Selatan.
"Kami sangat bangga melihat semangat belajar dan berdiskusi dari umat di Makassar dan sekitarnya. Kegiatan Dharma Tula ini bukan sekadar ajang sosialisasi kampus, tetapi medium penyatuan visi pendidikan Hindu. Sangat bermanfaat untuk memastikan umat kita mendapatkan akses pendidikan keagamaan yang berkualitas guna menyongsong tantangan masa depan," ungkap Prof. Wayan Wirata.
Menyambut baik inisiatif tersebut, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulsel, I Gst. Ayu Uik Astuti, menyoroti urgensi sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan unsur pembina umat di daerah.
"Kegiatan malam ini sangat luar biasa dan memberikan manfaat langsung, terutama bagi para Guru PAH dan Penyuluh kita di lapangan. Informasi komprehensif dari IAHN Gde Pudja Mataram ini menjadi amunisi berharga bagi kami untuk memotivasi generasi muda Hindu agar berani melangkah menempuh pendidikan tinggi keagamaan," jelas Ayu Uik Astuti.
Apresiasi senada juga mengalir dari perwakilan kelembagaan. Ketua PHDI Provinsi Sulawesi Selatan, Gede Durahman, menilai bahwa komunikasi dua arah antara pihak akademisi dan umat di daerah merupakan sebuah terobosan krusial.
"Ini adalah langkah yang sangat bermanfaat. Kami dari kelembagaan kini memiliki pemahaman yang utuh terkait jalur penerimaan, beasiswa, dan program studi yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh umat Hindu, terkhusus di Sulawesi Selatan," tuturnya.
Manfaat dari kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Salah satu perwakilan umat dari Banjar Hindu Dharma Makassar yang mengikuti secara daring, Made Marjaya, mengaku sangat tercerahkan dengan informasi yang disampaikan.
"Dharma Tula malam ini benar-benar bermanfaat. Selama ini mungkin banyak yang ragu atau kurang informasi mengenai perkuliahan di pendidikan tinggi keagamaan. Namun setelah mendengar langsung pemaparan dari Bapak Rektor, keraguan itu hilang. Kami berharap pihak kampus dapat terus memfasilitasi penyebaran informasi ini melalui brosur maupun medium digital," ujar Made.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta ramah tamah. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu meninggalkan optimisme baru bagi upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Hindu di wilayah Sulawesi Selatan.