Banyuwangi (Bimas Hindu) - Penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda Hindu terus menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Banyuwangi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Dharma Pasraman Tingkat Sekolah Dasar Se-Kabupaten Banyuwangi Tahun 2026 yang digelar di Pura Agung Blambangan, Banyuwangi, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mari Tingkatkan Sradha dan Bhakti” ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Banyuwangi dan diikuti sekitar 170 peserta didik dari berbagai sekolah dasar negeri maupun swasta. Para peserta didampingi oleh 40 guru pendamping yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Ketua Panitia, Galuh Hadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Dharma Pasraman tahun ini menjadi momentum yang istimewa karena kembali dilaksanakan di tempat yang sama seperti tahun sebelumnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pembinaan keagamaan tersebut dapat terselenggara dengan baik.
Ketua KKG Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Banyuwangi, Yudi Joko, menegaskan bahwa Dharma Pasraman merupakan sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan membangun karakter peserta didik Hindu sejak dini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat Sradha dan Bhakti generasi muda.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan Dharma Pasraman juga disampaikan Ketua PHDI Kabupaten Banyuwangi, Sardiyanto. Ia menilai kegiatan tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pembinaan umat Hindu, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, peningkatan kualitas pemahaman agama harus terus diiringi dengan peningkatan kualitas keyakinan dan pengamalan ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Artinya, setelah mengikuti Dharma Pasraman, kualitas pengetahuan dan Sradha peserta diharapkan semakin meningkat,” katanya.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penyelenggara Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi KKG Pendidikan Agama Hindu yang terus berkomitmen melaksanakan pembinaan keagamaan bagi peserta didik Hindu di Banyuwangi.
“Dharma Pasraman Tingkat SD adalah bentuk komitmen KKG Pendidikan Agama Hindu dalam misi pembinaan dan pembentukan karakter generasi Hindu,” tegasnya.
Oksan juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi berhasil mengirimkan perwakilan peserta. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian seluruh elemen pendidikan Hindu dalam membangun generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter.
Selain menjadi sarana memperdalam pemahaman ajaran agama, Dharma Pasraman juga menjadi ruang bagi peserta untuk memperluas persaudaraan, membangun kebersamaan, serta memperkuat identitas keagamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Oksan mengingatkan pentingnya menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan pembentukan karakter dan etika. Ia mengajak para peserta untuk menjadikan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha sebagai pedoman dalam berpikir, berkata, dan berperilaku.
“Generasi Hindu tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki etika, sopan santun, dan karakter yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan,” pesannya.
Dari ruang pembinaan seperti Dharma Pasraman inilah masa depan umat dipersiapkan. Dengan bekal spiritualitas, karakter, dan pemahaman agama yang kuat, generasi muda Hindu diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat dan harmoni bagi lingkungan sekitarnya.
#Bimas Hindu #Penyelenggara Hindu Banyuwangi