Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Ini Rahasia Penyuluh Gunungkidul Bangun Karakter Siswa SDN Bendo!

Tim Penyuluh Agama Hindu Gunungkidul menyerahkan bantuan sarana kebersihan untuk Sanggar Pamujan Saraswati yang terletak di lingkungan SD Negeri Bendo, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen.

Gunung Kidul (Bimas Hindu) – Sepintas, membagikan sapu, tempat sampah, atau alat pel ke sekolah terlihat seperti aksi kebersihan yang biasa. Namun, di tangan para Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, deretan alat kebersihan tersebut adalah instrumen penting untuk memahat masa depan dan karakter generasi muda.

Aksi nyata ini tersaji pada Rabu (24/6/2026), saat tim Penyuluh Agama Hindu Gunungkidul bergerak menuju Sanggar Pamujan Saraswati yang terletak di lingkungan SD Negeri Bendo, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen. Kedatangan mereka bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan fisik sarana kebersihan, melainkan membawa sebuah misi besar yaitu menyemai nilai spiritualitas sejak dini.

Kehadiran tim penyuluh yang diwakili oleh Rahayu Fitriani dan Nuning Nirmawati disambut langsung oleh Kepala SD Negeri Bendo, Ibu Rini, didampingi oleh Guru Agama Hindu setempat.

Rahayu Fitriani mengungkapkan bahwa ada "rahasia" di balik pentingnya menjaga kesucian tempat ibadah di sekolah. Ruang ibadah yang bersih bukan hanya nyaman dipandang, tetapi merupakan laboratorium mental tempat anak-anak belajar tentang disiplin harian, rasa hormat (rasa bhakti), dan kepekaan spiritual.

"Merawat kebersihan tempat suci bukan sekadar menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, penghormatan, dan kesadaran spiritual kepada generasi muda. Dari ruang ibadah yang terjaga, tumbuh karakter yang mulia," ujar Rahayu menekankan esensi dari kegiatan tersebut.

Pemilihan Sanggar Pamujan Saraswati sebagai lokasi penyerahan bantuan pun memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam ajaran Hindu, Dewi Saraswati adalah simbol dari ilmu pengetahuan suci. Untuk dapat menyerap ilmu pengetahuan dengan jernih, seorang siswa membutuhkan lingkungan dan pikiran yang suci pula (konsep Saucam). Melalui tempat ibadah yang asri dan bersih, siswa-siswi Hindu di SDN Bendo diharapkan dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan suasana yang jauh lebih khidmat, nyaman, dan mendalam.

Langkah proaktif dari Kemenag Gunungkidul ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Ibu Rini selaku Kepala SD Negeri Bendo menyampaikan bahwa kepedulian seperti ini memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi ekosistem belajar mengajar.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gunungkidul. Bantuan ini sangat berarti bagi sekolah kami, khususnya dalam menjaga kebersihan Sanggar Pamujan Saraswati agar tetap menjadi tempat yang nyaman dan suci bagi siswa-siswi dalam menjalankan kegiatan keagamaan," ungkap Ibu Rini.

Melalui sinergi yang erat antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan formal ini, merawat tempat ibadah diharapkan dapat bertransformasi menjadi kebiasaan baik (good habit) yang melekat pada diri anak-anak. Sebuah bukti nyata bahwa pembentukan mental, etika, dan spiritualitas generasi emas Nusantara harus dimulai dari langkah kecil yang konsisten di sudut-sudut sekolah.


Berita Daerah LAINNYA