Penguatan Bhakti Jadi Pesan Utama Pembinaan Umat Hindu di Momentum Piodalan

Penguatan Bhakti Jadi Pesan Utama Pembinaan Umat Hindu di Momentum Piodalan

Banyuwangi (Bimas Hindu) - Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo, memanfaatkan momentum Upacara Piodalan untuk memperkuat pembinaan keagamaan umat Hindu di dua pura, yakni Pura Banyu Bening, Kecamatan Genteng, dan Pura Santi Rahayu, Kecamatan Muncar, Senin (29/6/2026). Pembinaan tersebut menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai spiritual, pelestarian kesucian pura, serta pengamalan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Di hadapan umat Pura Banyu Bening, Oksan menegaskan bahwa piodalan bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penyucian diri dan penguatan sradha bhakti. Menurutnya, keberadaan pura harus dijaga bersama melalui semangat gotong royong, baik dalam bentuk pemikiran, tenaga, maupun pengabdian yang dilandasi ketulusan.

"Kebersamaan dalam menjaga pura tidak hanya diwujudkan melalui urunan dana, tetapi juga urunan pikiran, tenaga, dan pengabdian yang dilakukan dengan tulus ikhlas. Piodalan hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas bhakti, bukan sekadar rutinitas tahunan," ujar Oksan.

Ia menjelaskan bahwa makna ngayah tidak hanya sebatas melayani, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Karena itu, seluruh unsur umat diharapkan menjalankan perannya secara harmonis agar pura tetap menjadi pusat pembinaan spiritual dan pelestarian nilai-nilai Hindu.

Pembinaan kemudian berlanjut di Pura Santi Rahayu, Kecamatan Muncar. Dalam kesempatan tersebut, Oksan mengingatkan bahwa sembahyang merupakan kebutuhan rohani yang menuntun manusia untuk selalu mengingat asal-usul dan tujuan hidupnya. Ia juga mengajak umat memanfaatkan kemampuan wiweka untuk membedakan yang baik dan yang buruk, sekaligus menjaga etika dan kesucian kawasan pura sebagai bentuk penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

"Manusia dianugerahi kemampuan wiweka untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Kemampuan itu hendaknya digunakan untuk memilih jalan Dharma, menjaga kesucian pura, serta meningkatkan bhakti melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik," katanya.

Selain memperkuat pemahaman keagamaan, Oksan mengajak umat menjadikan ajaran Hari Suci Galungan sebagai pengingat bahwa kemenangan sejati adalah keberhasilan menaklukkan Sad Ripu, enam musuh dalam diri manusia. Menurutnya, pengendalian diri merupakan fondasi untuk membangun kehidupan yang damai, bijaksana, dan selaras dengan nilai-nilai Dharma.

Pembinaan di kedua pura tersebut menegaskan bahwa ritual keagamaan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan pengamalan ajaran Hindu. Dengan demikian, pura tidak hanya menjadi tempat persembahyangan, tetapi juga pusat pembinaan umat yang menumbuhkan semangat kebersamaan, keteladanan, dan kehidupan beragama yang semakin berkualitas.

#Bimas HIndu #Penyelengggara Hindu Banyuwangi #Hindu


Berita Daerah LAINNYA