Di Bali, Pembinaan Umat Tak Melulu Lewat Ceramah, Seni Gambelan Juga Menjadi Media Penguatan Sradha

Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kemenag Bali mendampingi Skaa Gong Pandawa Banjar Tarukan memainkan gambelan pada prosesi Piodalan di Pura Penambenan, Gianyar.

Gianyar (Bimas Hindu) Pembinaan umat Hindu di Bali tidak selalu dilakukan melalui dharma wacana atau ceramah keagamaan. Seni tradisi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, seperti gambelan Bali, juga menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat sradha dan bhakti umat.

Pendekatan tersebut ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Hindu Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Wayan Winaja, saat memberikan pelayanan keagamaan kepada kelompok binaannya, Skaa Gong Pandawa Banjar Tarukan, Desa Mas. Pembinaan dilakukan melalui penguatan Seni Gambelan Bali Berbasis Keagamaan pada prosesi puncak Upacara Dewa Yadnya (Piodalan) di Pura Penambenan, Desa Adat Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Rabu (23/7/2026).

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan agama dapat hadir dalam berbagai bentuk yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di Bali, kesenian bukan sekadar ekspresi budaya, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan ajaran Hindu. Melalui pembinaan seni gambelan, umat tidak hanya meningkatkan kemampuan memainkan tabuh-tabuh sakral, tetapi juga memahami makna spiritual yang terkandung dalam setiap prosesi yadnya.

I Wayan Winaja menegaskan bahwa pembinaan kepada kelompok seni dilakukan secara berkelanjutan agar keterampilan berkesenian berjalan seiring dengan pemahaman terhadap filosofi Hindu.

"Pelayanan keagamaan berdampak diwujudkan melalui pendampingan yang berkelanjutan kepada kelompok binaan, sehingga seni gambelan tidak hanya menjadi media pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sradha dan bhakti umat Hindu," ujarnya.

Prosesi puncak Piodalan di Pura Penambenan berlangsung khidmat dengan iringan tabuh-tabuh sakral yang dibawakan Skaa Gong Pandawa Banjar Tarukan. Kehadiran penyuluh agama dalam mendampingi kelompok binaan menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan dapat dilakukan secara kontekstual, menyesuaikan karakteristik masyarakat Bali yang menjadikan seni sebagai bagian dari kehidupan religius sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, Bidang Urusan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali terus mendorong pelayanan keagamaan yang berdampak, tidak hanya melalui penyampaian materi keagamaan, tetapi juga dengan memberdayakan seni budaya sebagai wahana pembinaan umat, pelestarian kearifan lokal, serta penguatan moderasi beragama.


Berita Daerah LAINNYA