GIANYAR (BIMAS HINDU) – Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI, Dr. I Gusti Made Sunartha, memberikan materi pembinaan di Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan generasi muda dan Penyuluh Agama Hindu di Kemenag Gianyar, Rabu (17/09/2025).
Dalam materinya, Direktur Urusan Agama Hindu Dr. I Gusti Made Sunartha menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keluarga yang harmonis dan bahagia akan melahirkan generasi berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap tantangan zaman, arus globalisasi, dan perubahan sosial yang dapat menggerus nilai-nilai keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, Kementerian Agama menghadirkan program Rumah Bina Keluarga Sukinah sebagai wadah pembinaan, pendampingan, dan penguatan keluarga,” ujarnya.
Dalam pembinaan tersebut, Direktur Urusan Agama Hindu juga menjelaskan bahwa menurut ajaran Hindu, perkawinan (wiwaha) merupakan bagian dari Catur Asrama, tahapan hidup manusia. Setelah melewati masa Brahmacari (menuntut ilmu), seseorang memasuki tahap Grhasta (berumah tangga), di mana kehidupan spiritual dan sosial harus seimbang.
“Perkawinan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar. Setiap prosesi dipenuhi doa dan simbol kesucian agar rumah tangga yang dibangun menjadi kokoh,” tambahnya.

Selain itu, dalam perkawinan Hindu juga tertanam nilai Tri Hita Karana, yaitu menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam semesta (Palemahan).
“Melalui pawiwahan, diharapkan pasangan mampu membangun keluarga sukinah, memiliki dharma hidup yang kuat, dan melahirkan keturunan suputra, yaitu anak yang berbakti dan berbudi luhur,” jelas Dr. I Gusti Made Sunartha.
Perkawinan dalam ajaran Agama Hindu juga mengajarkan kesetiaan, tanggung jawab, dan gotong royong dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Dengan demikian, ikatan perkawinan menjadi jalan dharma untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman tentang Bina Keluarga Sukinah, khususnya generasi muda Hindu, dengan tema Dampak Pergaulan Bebas Perspektif Agama Hindu sesuai tuntunan agama, budaya, dan nilai luhur bangsa.
Program ini bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan nyata untuk menanamkan nilai kasih sayang, saling menghargai, komunikasi sehat, dan penyelesaian masalah di lingkungan keluarga secara bijak. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi benteng moral sekaligus tempat persemaian cinta kasih.

“Dalam kegiatan ini, Kemenag Gianyar juga bekerja sama dengan BNNK Gianyar dan Kesbangpol Gianyar untuk melaksanakan tes urine bagi ASN di lingkungan Kemenag Gianyar. Ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkoba,” singkatnya.