Bandar Jaya Timur (BIMAS HINDU) – Keseimbangan sejati tidak hanya diraih melalui ketenangan batin dalam bermeditasi, melainkan harus memancar menjadi tindakan nyata dalam merawat kelestarian ibu pertiwi. Berpijak pada kesadaran luhur untuk mencetak generasi penerus yang sehat secara jasmani, rohani, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap alam lingkungan, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah menyelenggarakan kegiatan pembinaan rohani terpadu bagi para siswa dan siswi Pasraman Wit Mulyo pada Minggu (26/07/2026).
Mengusung tema pembinaan yang komprehensif, yakni "Yoga dan Kesadaran Menjaga Lingkungan", kegiatan edukatif di Bandar Jaya Timur ini memadukan pendidikan karakter, kesehatan fisik, dan aksi pelestarian lingkungan. Acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., dan turut dihadiri oleh jajaran pembina Pasraman Wit Mulyo, serta diikuti oleh seluruh peserta didik pasraman setempat.
Rangkaian pembinaan ini diawali dengan penyatuan raga dan jiwa melalui praktik yoga bersama. Sesi kerohanian ini dirancang secara khusus untuk melatih titik konsentrasi, menjernihkan ketenangan pikiran, memupuk kedisiplinan, serta menciptakan keseimbangan yang harmonis antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Melalui setiap ritme napas dan gerakan yoga, para peserta didik diajak untuk meresapi pentingnya pengendalian diri sebagai wujud implementasi ajaran suci agama dalam dinamika kehidupan sehari-hari.
Usai melaksanakan penyelarasan batin melalui yoga, para peserta didik langsung mengaplikasikan nilai-nilai ajaran tersebut melalui aksi gotong royong membersihkan area tempat suci (pura). Bersama para pembina, siswa dan siswi dengan penuh semangat menyapu halaman, mengumpulkan sampah, serta menata lingkungan sekitar pura agar senantiasa bersih, asri, dan nyaman digunakan sebagai pusat peribadatan umat. Aksi nyata ini menjadi sarana pendidikan karakter yang menanamkan pemahaman bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari pengamalan kewajiban agama.
Dalam pencerahannya di sela-sela kegiatan, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., memberikan penekanan bahwa yoga sejatinya melampaui batasan latihan fisik semata.
"Yoga tidak boleh hanya dimaknai sebagai sekadar olah tubuh di atas matras, melainkan sebuah jalan spiritual untuk menyelaraskan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kesadaran batin yang mekar dari latihan yoga ini harus tercermin dan membumi dalam keseharian kita. Salah satu manifestasi wujudnya adalah dengan menjaga kebersihan alam lingkungan, terlebih di area suci seperti pura. Ketika anak-anak kita biasakan untuk hidup bersih, merawat alam, dan peduli terhadap lingkungan sejak usia dini, sesungguhnya mereka tidak hanya sedang membersihkan kotoran fisik, melainkan sedang membersihkan jiwa dan membangun karakter agung yang berlandaskan pada nilai-nilai kebenaran Dharma," papar I Ketut Ginada memberikan makna filosofis yang mendalam.
Melalui kegiatan pembinaan yang mensinergikan spiritualitas dan aksi peduli lingkungan ini, diharapkan akan terus lahir tunas-tunas generasi muda Hindu yang tidak sekadar tangguh dan disiplin, melainkan juga memiliki kepekaan ekologis yang tinggi. Penerapan ajaran agama yang mewujud dalam tindakan nyata ini diproyeksikan mampu menjaga harmoni kehidupan secara universal, selaras dengan keluhuran hubungan antar sesama manusia, alam semesta, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.