Terbanggi Besar (Bimas Hindu) - Menjelang perayaan Hari Suci Galungan, umat Hindu di Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, mulai memantapkan berbagai persiapan pelaksanaan persembahyangan. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan tokoh agama, pengurus lembaga keagamaan, dan umat Hindu setempat di Pura Tunjung Sweta, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, itu menjadi bagian dari langkah bersama untuk memastikan seluruh rangkaian persembahyangan Hari Suci Galungan dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan khidmat. Turut hadir Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Karang Endah beserta jajaran pengurus dan umat Hindu dari lingkungan sekitar pura.
Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis pelaksanaan persembahyangan menjadi fokus pembahasan. Mulai dari pembagian tugas kepanitiaan, kesiapan sarana dan prasarana upacara, penataan serta kebersihan lingkungan pura, hingga penguatan partisipasi umat dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan keagamaan.
Persiapan yang dilakukan secara dini dinilai penting mengingat Hari Suci Galungan merupakan salah satu momentum keagamaan terbesar bagi umat Hindu. Selain menjadi perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (ketidakbenaran), Galungan juga menjadi sarana memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.
Penyuluh Agama Hindu Lampung Tengah, I Ketut Ginada, mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan hari suci tidak hanya ditentukan oleh kesiapan perlengkapan upacara, tetapi juga oleh keterlibatan dan kekompakan umat dalam mempersiapkannya.
“Hari Suci Galungan mengajarkan nilai kemenangan Dharma atas Adharma. Karena itu, persiapan yang dilakukan bersama-sama ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan teknis pelaksanaan persembahyangan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan, gotong royong, dan semangat kebersamaan di tengah umat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat ngayah dan saling mendukung yang tumbuh menjelang hari raya merupakan bagian dari implementasi ajaran Hindu yang perlu terus dipelihara. Kebersamaan dalam bekerja dan melayani diyakini menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keharmonisan kehidupan umat.
“Ketika umat hadir dan terlibat dalam setiap proses persiapan, sesungguhnya mereka sedang membangun nilai-nilai Dharma dalam kehidupan nyata. Inilah yang menjadikan perayaan hari suci tidak hanya bermakna secara ritual, tetapi juga berdampak pada penguatan kehidupan sosial dan spiritual umat,” katanya.
Selain membahas kesiapan pelaksanaan persembahyangan, rapat juga menjadi ruang konsolidasi antarumat untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi secara optimal. Komitmen bersama yang dibangun dalam pertemuan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana persembahyangan yang tertib, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Keterlibatan aktif umat dalam setiap proses persiapan menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan budaya ngayah masih terpelihara dengan baik. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
#Bimas Hindu #Hindu #Penyuluh Hindu Lampung Tengah