Semarang (Bimas Hindu) - Puluhan tokoh lintas agama dan kepercayaan berkumpul dalam kegiatan Umbul Donga Nuswatoro di Vihara Tanah Putih, Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). Forum yang diikuti sekitar 30 peserta tersebut menjadi ruang kebersamaan untuk memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Kegiatan ini mempertemukan tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, serta perwakilan aliran kepercayaan. Di tengah beragam tantangan sosial yang berkembang, para peserta sepakat bahwa dialog dan kebersamaan menjadi modal penting untuk menjaga persatuan serta memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ketua Persaudaraan Lintas Agama Kota Semarang, Setyawan Budy, mengatakan keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui komunikasi dan saling pengertian. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berpotensi memecah persatuan.
"Kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia bisa menjadi kekuatan, namun juga bisa menjadi kelemahan apabila ada pihak-pihak yang menggunakan isu agama untuk menyulut perpecahan. Karena itu, kita harus lebih bijak dalam menerima informasi dan terus membangun ruang dialog antarpemeluk agama maupun kepercayaan," ujarnya.
Penyuluh Agama Hindu Kota Semarang, Widya Ayu Candra, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai Umbul Donga Nuswatoro menjadi cerminan kuat bahwa keberagaman dapat menjadi perekat persaudaraan apabila dibangun di atas rasa saling menghormati.
"Kegiatan ini bukan sekadar mempertemukan tokoh lintas agama, tetapi memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk bersama-sama mendoakan kedamaian bangsa. Dalam ajaran Hindu terdapat nilai Vasudhaiva Kutumbakam yang mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga," katanya.
Menurut Widya, nilai Vasudhaiva Kutumbakam mengandung pesan universal tentang pentingnya membangun kehidupan yang dilandasi kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai tersebut menjadi landasan untuk memperkuat harmoni sosial sekaligus merawat persatuan dalam masyarakat yang majemuk.
Umbul Donga Nuswatoro juga menjadi pengingat bahwa menjaga kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Komitmen yang dibangun dalam forum tersebut mempertegas bahwa dialog, doa, dan semangat persaudaraan tetap menjadi fondasi penting dalam merawat kehidupan berbangsa yang damai di tengah keberagaman.
#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu Kota Semarang #Hindu