Pembinaan Keagamaan di Rutan Menggala Dorong Warga Binaan Lebih Dekat dengan Dharma

Pembinaan Keagamaan di Rutan Menggala Dorong Warga Binaan Lebih Dekat dengan Dharma

Menggala (Bimas Hindu) - Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan pemasyarakatan. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan didorong untuk melakukan refleksi diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta membangun semangat menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Rohani Agama Hindu yang dilaksanakan di Rutan Kelas IIB Menggala, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang diikuti oleh tiga warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama Hindu itu menghadirkan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Ni Nyoman Novikasari, dan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Tulang Bawang Barat, Eko Sri Wulan.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta mendapatkan pembinaan terkait nilai-nilai Dharma, penguatan kesadaran spiritual, serta motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh pentingnya membangun karakter positif sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Ni Nyoman Novikasari mengajak warga binaan untuk menjadikan ajaran Dharma sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan menata masa depan melalui perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui introspeksi, pengendalian diri, dan perbuatan yang baik, kita dapat membangun kehidupan yang lebih bermakna dan selaras dengan ajaran Dharma,” ujarnya.

Sementara itu, Eko Sri Wulan menekankan pentingnya menjaga keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai implementasi ajaran Hindu dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa perubahan positif selalu dimulai dari diri sendiri melalui kesadaran dan kemauan untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Masa pembinaan dapat menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan menata masa depan yang lebih baik. Setiap pengalaman hidup dapat menjadi pelajaran berharga untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijaksana,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan kitab suci Hindu, Sarasamuscaya, kepada warga binaan. Penyerahan kitab suci ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus pedoman dalam memperdalam ajaran Hindu, sehingga mampu memberikan ketenangan batin dan memperkuat nilai-nilai kehidupan yang positif.

Bagi warga binaan, pembinaan rohani bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan harapan, memperkuat keyakinan, serta membangun optimisme dalam menghadapi masa depan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang menyentuh kebutuhan spiritual warga binaan. Dengan penguatan nilai-nilai Dharma, warga binaan diharapkan mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih baik serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan bermanfaat ketika kembali ke tengah kehidupan bermasyarakat.

#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu Tulang Bawang #Hindu 


Berita Daerah LAINNYA