Bangli (Bimas Hindu) – Sebuah langkah nyata dalam membumikan moderasi beragama kembali ditunjukkan oleh Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Tahun 2026, kampus kebanggaan umat Hindu ini merajut kolaborasi epik yang melibatkan empat Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di bawah naungan Kementerian Agama RI untuk mengabdi langsung di tengah masyarakat.
Mengangkat tema "Dharma" (Dedikasi Harmoni untuk Masyarakat Mandiri dan Berjaya), program KKN Nusantara VI ini dibuka secara resmi oleh Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, pada Rabu (24/6/2026). Suasana hangat penuh semangat menyelimuti Auditorium Giri Prasta, Kampus Pusat Bangli, tempat ratusan mahasiswa berkumpul untuk mengikuti upacara pembukaan sekaligus pembekalan intensif.
Ketua LPPM UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat ini akan berlangsung dari tanggal 1 Juli hingga 26 Agustus 2026. Sebanyak 837 mahasiswa siap bergerak dan tersebar ke dalam 51 lokasi strategis di dalam maupun luar pulau Bali.
"Skema pengabdian tahun ini dibagi menjadi tiga kluster, yaitu KKN Tematik di 47 lokasi, KKN Moderasi Beragama di 3 lokasi, serta KKN Nusantara yang menyasar 1 lokasi khusus di wilayah Maluku," papar Prof. I Made Sugata.
Keberagaman menjadi warna paling indah dalam KKN kali ini. Dari total peserta, UHN Sugriwa menerjunkan 816 mahasiswanya. Nilai toleransi dan sinergi lintas iman semakin kental dengan bergabungnya 6 mahasiswa dari UIN Walisongo Semarang, 12 mahasiswa dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta 3 mahasiswa dari IAKN Toraja.
Rektor UHN Sugriwa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menyatakan kebanggaan atas konsitensi pelaksanaan KKN Nusantara, yang sudah kali keenam.. Menurutnya, perjumpaan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan daerah ini adalah laboratorium sosial yang nyata untuk mempraktikkan indahnya hidup berdampingan.
"KKN kali ini sangat luar biasa. Selain kolaborasi antar-kampus keagamaan, pesertanya juga kaya akan modal sosial. Ada mahasiswa reguler dari berbagai disiplin ilmu, dan ada pula para praktisi seperti sulinggih, pamangku, sarati banten, manajer hotel, hingga ahli yoga. Kolaborasi keahlian dan spiritualitas ini dipastikan akan memberi kontribusi yang sangat kaya bagi kemandirian masyarakat di lokasi KKN," ujar Prof. I Gusti Ngurah Sudiana.
Di hadapan para mahasiswa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menitipkan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga etika, kesantunan, dan komunikasi. Baginya, kemampuan akademik yang hebat tidak akan berarti tanpa komunikasi yang humanis di tengah masyarakat.
"KKN adalah jembatan emas untuk mentransformasikan teori-teori akademis di ruang kuliah menjadi solusi praktis di lapangan. Ingat selalu untuk menjaga nama baik almamater, tunjukkan etika terbaik kalian, dan binalah komunikasi yang sejuk dengan warga," pesannya menyemangati.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Rektor kepada Rektor UIN Walisongo, Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Rektor IAKN Toraja, serta jajaran kepala daerah yang telah memberikan izin dan menyambut hangat kehadiran para mahasiswa.
Guna mematangkan kesiapan emosional dan intelektual peserta sebelum terjun pada 1 Juli mendatang, sesi pembekalan menghadirkan narasumber otoritatif dari internal kampus, mulai dari jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Ketua LPM, hingga Ketua LPPM. Melalui bekal yang komprehensif ini, 837 penggawa KKN Nusantara VI siap bergerak membawa lentera pengabdian demi mewujudkan masyarakat yang mandiri, harmonis, dan berjaya.