Bandar Lampung (Humas) – Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Bimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, meresmikan Pratama Widyalaya Eka Dharma Sastra dan Pasraman Non Formal Dharma Nata Raja, pada Minggu (17/8/2025). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang berlangsung di Banjar Tengah, Jalan Pangeran Tirtayasa, Sukabumi, Kota Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Jumadi menegaskan bahwa keberadaan Widyalaya dan Pasraman Non Formal memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda Hindu.
“Widyalaya dan Pasraman Non Formal ini bukan hanya tempat belajar membaca kitab suci atau melaksanakan upacara keagamaan. Lebih dari itu, keduanya merupakan ruang pembentukan karakter, tempat menanamkan nilai-nilai dharma, serta media untuk memperkuat identitas generasi Hindu di Lampung,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan lembaga pendidikan keagamaan ini merupakan wujud komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan agama yang merata dan berkelanjutan.
“Kami ingin agar umat Hindu di Lampung, khususnya generasi muda, memiliki akses yang baik terhadap pendidikan keagamaan. Dengan demikian, nilai-nilai luhur Hindu dapat diwariskan secara utuh dari generasi ke generasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jumadi mengajak agar Widyalaya dan Pasraman Non Formal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, pasraman harus hadir dengan pendekatan kreatif. Pendidikan agama perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar generasi muda tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan era modern,” terangnya.
Menurutnya, Pratama Widyalaya Eka Dharma Sastra akan berfokus pada pendidikan dasar keagamaan Hindu, sementara Pasraman Non Formal Dharma Nata Raja diarahkan pada pembinaan nonformal, pengembangan seni, budaya, dan pelestarian tradisi umat.
“Kami berharap lembaga ini dapat melahirkan generasi muda yang berpengetahuan, berakhlak, serta menjunjung tinggi toleransi. Dalam konteks kebangsaan, umat Hindu Lampung harus mampu menjadi perekat persatuan, menjaga kerukunan, sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Jumadi.
Menutup sambutannya, Jumadi mengajak seluruh pihak untuk mendukung keberlanjutan Widyalaya dan Pasraman.
“Lembaga ini akan maju jika kita kelola bersama. Mari jadikan Widyalaya dan Pasraman Non Formal sebagai pusat pembinaan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membahagiakan umat,” pungkasnya.
Acara peresmian turut dihadiri pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung, tokoh masyarakat, serta umat Hindu setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, dan ditutup dengan penampilan seni budaya yang dibawakan oleh siswa Widyalaya dan Pasraman Non Formal.