Kemenag Perkuat Karakter Pelajar Hindu untuk Cegah Kenakalan Remaja melalui Nilai Panca Sradha

Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang memberikan pembinaan rohani kepada siswa Hindu SMA Negeri 2 Menggala tentang penguatan karakter melalui nilai Panca Sradha dan Tri Hita Karana.

Tulang Bawang (Bimas Hindu) Penguatan karakter menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama dalam membentengi generasi muda dari berbagai bentuk kenakalan remaja. Melalui pembinaan rohani di SMA Negeri 2 Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama mengajak para siswa menjadikan nilai-nilai Panca Sradha dan Tri Hita Karana sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pembinaan yang diikuti 13 siswa Hindu tersebut berlangsung pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa berbagai persoalan seperti perundungan, kekerasan antarpelajar, penyalahgunaan media sosial, hingga narkoba dapat dicegah melalui penguatan moral dan spiritual.

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, Ni Nyoman Novikasari, menjelaskan bahwa banyak tindakan menyimpang berawal dari lemahnya pengendalian diri dan rendahnya pemahaman terhadap ajaran agama.

Menurutnya, Panca Sradha sebagai dasar keyakinan umat Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Keyakinan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa menumbuhkan kesadaran bahwa setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan berada dalam pengawasan Tuhan. Sementara ajaran Karma Phala mengingatkan bahwa setiap tindakan akan membawa konsekuensi sesuai hukum sebab akibat.

Selain memperkuat keimanan, para siswa juga diajak mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari. Keharmonisan dengan Tuhan diwujudkan melalui ketekunan beribadah, hubungan baik dengan sesama dibangun melalui sikap saling menghormati dan menjauhi kekerasan, sedangkan kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui budaya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Dalam pembinaannya, Ni Nyoman Novikasari mengutip sloka Bhagawad Gita II.47 sebagai pengingat agar generasi muda senantiasa melaksanakan kewajiban sesuai Dharma tanpa terikat pada hasil, serta Sarasamuscaya Sloka 2 yang menegaskan bahwa menjadi manusia merupakan kesempatan mulia untuk memilih dan melakukan kebajikan.

"Kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas moral dan spiritual generasi mudanya. Oleh karena itu, jadikan Panca Sradha sebagai landasan keyakinan dan Tri Hita Karana sebagai pedoman dalam bersikap. Ketika hubungan kita dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan terjaga dengan baik, maka berbagai bentuk kejahatan dapat dicegah sejak dari diri sendiri," ujar Ni Nyoman Novikasari.

Suasana pembinaan berlangsung interaktif. Para siswa aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama.

Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama berharap peserta didik Hindu tumbuh menjadi generasi yang religius, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menolak berbagai perilaku yang bertentangan dengan Dharma. Penguatan karakter sejak usia sekolah diharapkan menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, harmonis, dan berintegritas.


Berita Daerah LAINNYA