Kenapa Harus Bersyukur Menjadi Manusia? Ini Kata Sarasamuccaya

Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, Pipin Jujun Pratiwi, S.Ag. memberikan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Polres Buru pada Rabu (25/6/2026)

Buru (Bimas Hindu) – Mengapa manusia harus bersyukur menjadi manusia? Pertanyaan ini sering muncul ketika membahas ajaran Hindu tentang hakikat kehidupan. Jawabannya telah dijelaskan sejak ribuan tahun lalu dalam Kitab Sarasamuccaya, salah satu kitab etika Hindu yang menegaskan bahwa kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat langka dan mulia karena hanya manusialah yang memiliki kemampuan menggunakan akal budi untuk memilih antara kebaikan (Dharma) dan keburukan (Adharma).

Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, Pipin Jujun Pratiwi, S.Ag., saat memberikan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Polres Buru pada Rabu (25/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat pembangunan karakter dan kesehatan mental masyarakat melalui pembinaan spiritual yang humanis, edukatif, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Dalam pembinaannya, Pipin mengangkat materi "Karma Phala: Setiap Perbuatan Pasti Membawa Hasil." Ia menjelaskan bahwa hukum Karma Phala merupakan hukum sebab-akibat yang berlaku universal. Setiap pikiran, ucapan, dan tindakan manusia akan menghasilkan konsekuensi sesuai dengan kualitas perbuatannya.

Menurutnya, tidak ada satu pun perbuatan yang sia-sia. Hasilnya mungkin datang hari ini, esok, atau bahkan bertahun-tahun kemudian, tetapi setiap karma pasti akan memberikan buah sesuai hukum Tuhan.

Mengutip Sarasamuccaya Sloka 2, Pipin menjelaskan bahwa hanya manusia yang memiliki kemampuan berpikir, mempertimbangkan, dan menentukan pilihan hidup.

"Sebagai manusia, kita dianugerahi akal dan pikiran untuk menentukan pilihan hidup. Kita bisa memilih jalan Dharma atau jalan Adharma. Karena itu kita juga harus siap menerima konsekuensi dari setiap pilihan yang kita ambil," jelasnya.

Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Dalam perspektif Hindu, kelahiran sebagai manusia bukan sekadar anugerah, melainkan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri, menumbuhkan kebajikan, serta mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pelaksanaan Dharma.

Karena itulah, umat Hindu diajarkan untuk mensyukuri kelahiran sebagai manusia dengan mengisi kehidupan melalui tindakan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan alam semesta.

Pipin menegaskan bahwa ajaran Hindu tidak pernah menutup pintu perubahan. Selama manusia masih diberi kehidupan, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan menanam karma yang lebih baik.

"Kesalahan masa lalu tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Justru dari kesadaran atas kesalahan itulah seseorang dapat memulai perubahan. Hari ini adalah kesempatan untuk menanam benih-benih kebaikan yang kelak akan dipetik hasilnya," ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta Binrohtal untuk membangun kebiasaan positif, seperti beribadah dengan tulus, menghormati sesama, mengendalikan emosi, meningkatkan pengetahuan, membantu orang lain, serta membiasakan hidup disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Semua tindakan tersebut merupakan bentuk nyata penanaman karma baik yang akan menentukan kualitas kehidupan di masa depan.

Melalui kegiatan Binrohtal ini, Kementerian Agama Kabupaten Buru mengajak masyarakat untuk semakin memahami bahwa menjadi manusia bukan hanya sebuah kelahiran biologis, tetapi sebuah amanah spiritual.

Sarasamuccaya mengajarkan bahwa manusia memiliki kebebasan memilih jalan hidupnya. Pilihan tersebut akan menentukan kualitas karma, membentuk karakter, sekaligus menentukan masa depan seseorang. Oleh karena itu, mensyukuri kelahiran sebagai manusia diwujudkan melalui komitmen untuk terus berbuat baik, menjaga integritas, memperbaiki diri, dan menjalankan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran inilah yang menjadi fondasi terciptanya kehidupan yang harmonis, damai, dan bermartabat, sebagaimana terus didorong oleh Kementerian Agama melalui berbagai program pembinaan keagamaan kepada masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA