Makna Filosofis Kuningan, Penyuluh Agama Hindu Ajak Umat Perteguh Kebijaksanaan dan Kerukunan

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, memberikan Dharma Wacana

Terbanggi Besar (BIMAS HINDU) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keagamaan serta memperkokoh tali persaudaraan antarumat, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, memberikan Dharma Wacana pada rangkaian sembahyang bersama Hari Suci Kuningan di Pura Dharma Santi, Bandar Jaya Timur, Terbanggi Besar, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan religius ini diikuti oleh umat Hindu dari wilayah Kecamatan Terbanggi Besar dengan penuh khidmat dan rasa sukacita sebagai wujud rasa syukur serta stiti bhakti yang mendalam kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala karunia dan tuntunan-Nya.

Dalam penyampaian Dharma Wacana tersebut, I Ketut Ginada mengupas secara mendalam mengenai makna filosofis yang terkandung dalam Hari Suci Kuningan. Secara filosofis, kata Kuningan erat kaitannya dengan kata uning yang memiliki arti mengetahui, memahami, atau menyadari. Melalui esensi tersebut, terselip pesan adiluhung bahwasanya setiap umat Hindu hendaknya senantiasa belajar tanpa lelah, memperdalam pencerahan pengetahuan, serta meningkatkan kebijaksanaan spiritual guna mampu memilah dengan tegas antara dharma (kebajikan) dan adharma (kebatilan) dalam mengarungi kehidupan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Hari Suci Kuningan merupakan momentum emas untuk melakukan introspeksi diri (mulat sarira) setelah sebelumnya merayakan Hari Suci Galungan. Kemenangan dharma atas adharma tidak boleh sekadar dimaknai sebagai kemenangan lahiriah atau seremonial belaka, melainkan harus diwujudkan sebagai kemenangan sejati dalam mengendalikan sifat-sifat negatif (sad ripu) di dalam diri. Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan kualitas śraddhā (keyakinan), bhakti (pengabdian), serta pengamalan ajaran suci agama secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

"Hari Suci Kuningan ini adalah panggilan bagi kita semua untuk menundukkan ego dan mengasah ketajaman pikiran agar selalu berada di jalan kebenaran. Melalui pemahaman keagamaan yang matang, kita tidak hanya menjadi umat yang taat secara ritual, tetapi juga mampu menjadi agen kedamaian yang membawa kesejukan bagi lingkungan sekitar," ujar I Ketut Ginada di sela-sela kegiatan pembinaan tersebut.

Melalui sinergi keagamaan, persembahyangan bersama, dan pembinaan mental spiritual ini, diharapkan umat Hindu di Kecamatan Terbanggi Besar dapat semakin meresapi nilai-nilai luhur Hari Suci Kuningan untuk kemudian diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Suasana kebersamaan yang terjalin erat dalam kegiatan ini sekaligus menjadi sarana strategis bagi Penyuluh Agama Kemenag untuk terus merawat toleransi, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan intern umat beragama, serta memperkokoh semangat pengabdian yang tulus kepada agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Berita Daerah LAINNYA