Makassar (Bimas Hindu) – Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan I Gusti Ayu Uik Astuti bersama Pembimas Kristen Merpati Sampe Liling menggelar sharing session dengan Tim Asta Protas Kementerian Agama Kota Makassar di Makassar, Rabu (29/7/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang penerapan inovasi Asta Protas guna menyederhanakan proses administrasi dan meningkatkan kualitas layanan keagamaan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.
Pertemuan dihadiri Andi Sitti Zakiah dan Amaludin selaku perwakilan Tim Asta Protas Kementerian Agama Kota Makassar. Dalam forum tersebut, keduanya memaparkan konsep, mekanisme kerja, serta pengalaman implementasi Asta Protas yang telah diterapkan untuk mendukung percepatan layanan administrasi dan penguatan tata kelola birokrasi. Pembahasan juga diarahkan pada peluang adaptasi inovasi tersebut sesuai karakteristik pelayanan di tingkat kantor wilayah.
Andi Sitti Zakiah menjelaskan bahwa Asta Protas dikembangkan untuk menyederhanakan alur pelayanan sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan. Menurutnya, inovasi tersebut juga mendorong perubahan budaya kerja aparatur agar lebih adaptif terhadap kebutuhan publik.
"Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas. Melalui forum ini kami berbagi pengalaman agar praktik baik yang telah berjalan dapat menjadi referensi bagi satuan kerja lain dalam mengembangkan inovasi pelayanan sesuai kebutuhan masing-masing," ujarnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, I Gusti Ayu Uik Astuti mengatakan setiap inovasi yang terbukti memberikan manfaat perlu dipelajari dan disesuaikan dengan karakteristik pelayanan pada masing-masing bidang. Menurutnya, kolaborasi antarsatuan kerja menjadi ruang strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Setiap satuan kerja memiliki tantangan yang berbeda, tetapi semangat memperbaiki pelayanan harus sama. Pertukaran pengalaman seperti ini penting agar inovasi yang berhasil diterapkan di satu tempat dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam memperkuat layanan pembinaan umat Hindu," katanya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah gagasan yang berkembang dalam forum tersebut dapat menjadi referensi untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembinaan, termasuk penguatan kerja sama dengan lembaga keagamaan Hindu serta pengembangan program Ekoteologi di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Merpati Sampe Liling menilai forum lintas bidang menjadi ruang yang efektif untuk membangun koordinasi sekaligus memperluas perspektif dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik.
"Kolaborasi antarsatuan kerja membuka peluang lahirnya solusi yang lebih efektif. Pengalaman dari satu bidang dapat menjadi pembelajaran berharga bagi bidang lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat koordinasi dan saling berbagi praktik baik dalam pengembangan inovasi pelayanan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah itu menjadi bagian dari penguatan tata kelola pelayanan publik yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi lintas satuan kerja.