Sleman (Bimas Hindu) - Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Didik Widya Putra, melaksanakan pelayanan marathon Tirta Yatra sejak pukul 07.00 WIB di kawasan Candi Prambanan, Senin (22/6). Pelayanan intensif ini dilakukan sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menyambut peningkatan kunjungan umat Hindu dari berbagai penjuru tanah air yang tengah melaksanakan persembahyangan serta perjalanan suci (Tirta Yatra) di candi eksotis peninggalan Dinasti Sanjaya tersebut.
Rangkaian pelayanan prima ini diawali dengan menyambut hangat rombongan Tirta Yatra asal Lampung Tengah yang membawa 60 umat Hindu. Pelayanan maraton kemudian berlanjut bagi 10 umat Hindu asal Tangerang, disusul rombongan Purna Bakti Guru Agama Hindu Kota Denpasar sebanyak 15 orang. Sesi pelayanan pada hari itu ditutup dengan penyambutan kunjungan keluarga anggota DPRD Provinsi Lampung yang dipimpin langsung oleh I Ketut Sutika. Seluruh rangkaian prosesi upacara dipandu secara takzim oleh Jero Mangku Haryanto, Jero Mangku Wiji Sutrisno, Jero Mangku Tri Hartadi, dan Andi Prasetyo, sehingga persembahyangan di kawasan suci Candi Prambanan dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh vibrasi spiritual.
Di sela-sela pelayanan, Pembimas Hindu DIY, Didik Widya Putra, menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mengawal pemanfaatan Candi Prambanan sebagai pusat persembahyangan umat Hindu Nusantara dan destinasi spiritual yang inklusif bagi umat dari berbagai wilayah Indonesia. Didik menyampaikan bahwa momentum peningkatan kunjungan ini harus disebarluaskan sebagai kabar baik ke seluruh pelosok tanah air demi memperkuat ekosistem religi di Prambanan.
“Kami mengajak seluruh umat Hindu yang telah melaksanakan Tirta Yatra di Candi Prambanan untuk ikut menyampaikan kepada keluarga, komunitas, dan umat Hindu di daerah masing-masing bahwa Candi Prambanan siap menerima kunjungan persembahyangan dari seluruh Nusantara, baik secara perorangan, rombongan, maupun persembahyangan rutin pada momentum Purnama, Tilem, serta hari-hari besar keagamaan Hindu lainnya,” tutur Didik.
Lebih lanjut, Didik juga mengingatkan esensi penting dalam menjaga kesucian fisik lingkungan candi sebagai bentuk tanggung jawab spiritual bersama bagi setiap pemeluk Hindu yang datang. Menurutnya, kesucian tempat ibadah tidak hanya dijaga melalui rangkaian doa dan persembahyangan saja, tetapi juga wajib diimplementasikan melalui kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan setelah selesai melaksanakan puja bakti. Langkah konkret tersebut dinilai sebagai bagian integral dari penerapan dharma dan penghormatan tertinggi terhadap tempat suci.
Ke depan, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan, tokoh agama, serta seluruh elemen umat Hindu diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin prima di masa mendatang. Didik meyakini bahwa semakin banyak umat Hindu Nusantara yang datang melaksanakan Tirta Yatra di Candi Prambanan, maka akan semakin kuat pula energi spiritual serta identitas Prambanan sebagai pusat peradaban dan tempat suci umat Hindu Indonesia. Oleh sebab itu, kerja sama lintas sektor harus terus diperkuat untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi umat.
Apresiasi mendalam pun datang dari perwakilan umat. Anggota DPRD Provinsi Lampung, I Ketut Sutika, selaku pimpinan rombongan menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan responsif yang diberikan jajaran Kemenag DIY serta pengalaman spiritual mendalam yang dirasakan langsung oleh rombongannya selama melaksanakan persembahyangan. Dirinya mengaku sangat bahagia dan terharu atas sambutan yang begitu hangat, di mana seluruh umat dapat melaksanakan puja bakti dan ritual Purwa Daksina di bilik utama Candi Prambanan dengan sangat khusyuk hingga melahirkan pengalaman spiritual yang sangat berkesan. Peningkatan arus Tirta Yatra dari berbagai daerah ini menjadi sinyalemen positif semakin kuatnya posisi Candi Prambanan sebagai kiblat spiritual yang memancarkan aura kesucian bagi umat Hindu Nusantara.