Menanam Bibit, Menumbuhkan Cinta: Program Benih Cinta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Lingkungan

Menanam Bibit, Menumbuhkan Cinta: Program Benih Cinta Perkuat Ketahanan Keluarga dan Lingkungan

Klungkung (Bimas Hindu) - Penguatan pemahaman keagamaan yang sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan terus menjadi perhatian dalam pelayanan umat Hindu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sudhi Wadani dan penyerahan Program Benih Cinta yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung di Sekretariat PHDI Klungkung, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan umat sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Pada hari yang sama, Penyuluh Agama Hindu juga melakukan audiensi dengan Camat Banjarangkan guna memperkuat kolaborasi pelayanan keagamaan hingga tingkat kecamatan.

Dalam kegiatan Sudhi Wadani, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar kehidupan beragama Hindu sebagai bekal dalam menjalankan keyakinan dan praktik keagamaan sehari-hari. Materi yang disampaikan mencakup tata cara beragama Hindu yang baik dan benar, etika dalam kehidupan beragama, penggunaan salam Om Swastyastu, hingga pemahaman terhadap ajaran Tri Kaya Parisudha yang mengajarkan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Klungkung Ni Kadek Moni menjelaskan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai dasar agama sangat penting sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berlandaskan dharma.

“Pemahaman terhadap ajaran Hindu perlu dimulai dari hal-hal mendasar. Ketika seseorang memahami nilai-nilai seperti Tri Kaya Parisudha dan Panca Sradha, maka ajaran tersebut akan menjadi pedoman dalam berpikir, berbicara, maupun bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai Panca Sradha sebagai lima dasar keyakinan umat Hindu yang menjadi landasan spiritual dalam menjalani kehidupan.

Tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan Program Benih Cinta kepada pasangan pengantin. Program ini berupa pemberian bibit tanaman yang mengandung makna simbolis tentang tumbuhnya cinta kasih, kebersamaan, serta tanggung jawab dalam membangun kehidupan rumah tangga.

Melalui program tersebut, pasangan pengantin diajak untuk menanam dan merawat bibit yang diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Bibit yang tumbuh dan berkembang diharapkan menjadi simbol perjalanan rumah tangga yang dibangun dengan kesabaran, komitmen, dan rasa tanggung jawab.

Program Benih Cinta juga menjadi bagian dari implementasi penguatan ekoteologi yang mendorong umat untuk menghadirkan nilai-nilai spiritual dalam tindakan nyata menjaga kelestarian alam. Dengan demikian, hubungan harmonis antara manusia, lingkungan, dan Tuhan dapat terus terpelihara secara berkelanjutan.

Selain sebagai simbol cinta dan kebersamaan dalam keluarga, penanaman bibit tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama. Kepedulian terhadap alam tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan kehidupan yang lestari bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini mencerminkan pendekatan pelayanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan pemahaman spiritual, tetapi juga mendorong lahirnya aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Integrasi antara pembinaan umat dan penguatan ekoteologi diharapkan dapat memperluas dampak layanan keagamaan, sekaligus menumbuhkan budaya hidup yang lebih harmonis, produktif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu Kabupaten Klungkung


Berita Daerah LAINNYA