Kabupaten Semarang (BIMAS HINDU) – Candi Klero yang berdiri tenang di Kecamatan Tengaran, Minggu (5/7/2026), menjadi saksi bisu pertemuan lintas generasi. Sebanyak 15 siswa Hindu didampingi orang tua, penyuluh, dan guru agama, melakukan perjalanan suci (Tirta Yatra) untuk menjemput kembali jejak peradaban Hindu yang pernah tumbuh subur di tanah Jawa.
Bukan sekadar kunjungan wisata, kegiatan ini adalah sebuah prosesi "pulang" untuk merawat ingatan. Bagi generasi muda, candi seringkali hanya dianggap sebagai tumpukan batu tua. Namun melalui Tirta Yatra ini, mereka diajak melihat bahwa Candi Klero adalah simbol identitas, rumah spiritual, dan bukti nyata ajaran Dharma yang diwariskan leluhur ratusan tahun silam.
Pemangku Pura Giri Suci Ambarawa, Sandiman, yang memimpin persembahyangan bersama, menekankan bahwa di balik megahnya arsitektur candi, tersimpan filosofi kehidupan yang mendalam.
"Warisan budaya leluhur bukan sekadar monumen untuk dikenang, melainkan napas yang harus terus dijaga. Melestarikan candi berarti menjaga jejak Dharma tetap hidup di Nusantara. Inilah cara kita menghormati sejarah sekaligus membangun karakter diri," ujar Sandiman dalam dharma wacana-nya.
Di bawah pendampingan para guru dan penyuluh agama, para siswa diajak memaknai setiap sudut situs bersejarah tersebut bukan hanya dengan mata, tetapi dengan hati. Mereka belajar bahwa menjaga cagar budaya adalah implementasi nyata dari ajaran Tri Hita Karana—upaya menjaga keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan penghormatan kepada para pendahulu.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk membangun kebanggaan terhadap akar budaya mereka. Di tengah arus modernitas yang serba cepat, langkah kaki mereka di pelataran Candi Klero adalah pesan kuat bahwa generasi muda Hindu Semarang siap menjadi penjaga warisan bangsa.
Dengan berbekal keyakinan (śraddhā) dan bakti, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pewaris tradisi, tetapi juga penggerak pelestarian situs bersejarah sebagai identitas utama bangsa Indonesia yang religius dan berbudaya.