Surabaya (Bimas Hindu) — Komitmen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI dalam mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah di perguruan tinggi Hindu kembali berbuah manis.
Dosen Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Kadek Aria Prima Dewi, PF., M.Pd., sukses mewakili tim peneliti dalam International Conference on Innovation in Elementary Education (ICIEED) 2025, yang berlangsung di Hotel Ciputra World, Surabaya, pada 10–11 Oktober 2025.
Forum akademik internasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia (HDPGSDI) ini menjadi ajang bergengsi bagi para akademisi dari berbagai negara untuk membagikan inovasi dalam dunia pendidikan dasar.
Dr. Kadek Aria Prima Dewi tampil mewakili tim peneliti yang diketuai oleh Dr. I Gusti Ngurah Agung Wijaya Mahardika, M.Pd., dengan anggota Dr. I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra, M.Pd., Dr. Eng. I Gede Agus Krisna Warmayana, M.Pd., dan Ni Nyoman Tri Wahyuni, M.Pd.
Dalam sesi presentasi paralel bertema “Deep Learning for Meaningful, Mindful, and Joyful Learning in the Digital Era”, Dr. Kadek Aria Prima Dewi memaparkan hasil penelitian berjudul:
“Transformation of Character Education in Elementary Schools: Developing a Model for Strengthening Character and Identity in the Digital Era.”
Penelitian ini memperkenalkan model inovatif ACHARA (Approach for Character and Harmonious Relationship Actualization) — pendekatan pembelajaran karakter yang menggabungkan teori moral Lawrence Kohlberg, falsafah Tri Hita Karana, dan dimensi Profil Lulusan Pembelajaran Mendalam.
Model ini menekankan pembelajaran berbasis dilema moral untuk menumbuhkan refleksi, etika, dan tindakan nyata peserta didik di tingkat sekolah dasar.
Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan tinggi untuk diterapkan dalam uji coba terbatas di beberapa sekolah dasar di Bali.
“Kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Hindu seperti Tri Hita Karana dapat menjadi dasar universal dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul dan berjati diri di era digital,” ungkap Dr. Kadek Aria Prima Dewi usai sesi presentasi.
Kehadiran dosen UHN I Gusti Bagus Sugriwa di forum ini menjadi bukti nyata kontribusi Bimas Hindu dalam mendorong pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Hindu agar dapat bersaing di tingkat global.
Melalui riset semacam ini, Bimas Hindu terus mengawal misi pendidikan Hindu agar mampu mengintegrasikan kearifan lokal dengan inovasi global demi mewujudkan pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berkelanjutan.
Konferensi ICIEED 2025 diikuti oleh ratusan akademisi, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik serta mengembangkan kurikulum pendidikan dasar yang adaptif terhadap era digital dan transformasi global.