Pendidikan Inklusif dan Penguatan Karakter Jadi Fokus Pengembangan Generasi Muda Hindu di Kupang

Kegiatan apresiasi kreativitas dan capaian belajar siswa yang diselenggarakan SD Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang

Kupang (BIMAS HINDU) — Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter, penguatan nilai kemanusiaan, dan penyiapan generasi muda menuju masa depan yang lebih baik. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan apresiasi kreativitas dan capaian belajar siswa yang diselenggarakan SD Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang, Minggu (7/6/2026).

Pembimbing Masyarakat Hindu Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Ketut Suji, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, proses pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan harus dipahami sebagai instrumen untuk memuliakan manusia, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Karena itu, keberhasilan seorang anak tidak dapat dilepaskan dari dukungan orang tua, dedikasi guru, serta lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, I Ketut Suji juga menyoroti pentingnya pendidikan yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.

“Pendidikan pada hakikatnya bertujuan mencerdaskan dan memuliakan manusia. Melalui pendidikan, anak-anak dipersiapkan menjadi pribadi yang sukses, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

SD Adi Widyalaya Saraswati Kota Kupang dinilai menjadi salah satu contoh lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, dan nilai-nilai kebudayaan. Berbagai kegiatan seni yang ditampilkan siswa menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan spiritual.
Selain itu, Pembimas Hindu NTT menegaskan komitmen Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan Hindu. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat kualitas tenaga pendidik dan memastikan hak-hak guru tetap terpenuhi, termasuk realisasi Tunjangan Profesi Guru bagi guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru.

Penguatan kualitas pendidikan Hindu dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di era global tanpa kehilangan jati diri serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan kehidupannya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan pendidikan Hindu di Kota Kupang terus berkembang sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga membentuk insan yang berintegritas, kreatif, dan berdaya saing untuk masa depan.


Berita Daerah LAINNYA