Jepara (BIMAS HINDU) – Suasana haru bercampur rasa bangga menyelimuti Aula Pasraman Pratama Widyalaya Radite Widya, Jepara, pada Jumat (19/06/2026). Hari itu, lembaga pendidikan tersebut secara resmi Penuh Haru dan Bangga, Pratama Widyalaya Radite Widya Jepara Lepas Siswa Angkatan 2025/2026 yang bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya, baik ke SD maupun Adi Widyalaya.
Momen perpisahan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan titik balik penting dalam perjalanan edukasi anak-anak usia dini. Dalam sambutannya, Kepala Pratama Widyalaya Radite Widya, Indarningsih, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua selama masa pendidikan putra-putrinya.
"Hari ini, seluruh anak-anak TK B secara resmi kami kembalikan ke pelukan orang tua masing-masing. Harapan kami, nilai-nilai karakter, budi pekerti, serta kemandirian yang telah kami tanamkan di sini dapat menjadi bekal utama mereka dalam menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi," ungkap Indarningsih dengan penuh haru.
Senada dengan pihak sekolah, rasa syukur dan bangga juga terpancar dari para orang tua. Mewakili suara wali murid, Agustina Fortuna Dewi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dewan guru yang telah mendampingi tumbuh kembang anak-anak dengan penuh ketulusan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kesabaran, dedikasi, serta kasih sayang yang luar biasa dari para guru. Berkat bimbingan merekalah, anak-anak kita kini tumbuh lebih percaya diri dan siap untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat selanjutnya," ujar Agustina.
Kemeriahan acara mencapai puncaknya ketika para siswa tampil memukau di atas panggung. Tanpa rasa canggung, mereka menunjukkan bakat dan rasa terima kasih yang mendalam melalui pembacaan puisi yang menyentuh kalbu. Suasana semakin syahdu saat anak-anak tersebut menyanyikan lagu perpisahan dengan penghayatan yang ceria, membuat para orang tua dan guru yang hadir terhanyut dalam kehangatan momen tersebut.
Acara pelepasan ditutup dengan sesi foto bersama serta tradisi bersalam-salaman. Isak haru dan pelukan hangat antara guru, orang tua, dan siswa menjadi penutup yang manis, sekaligus penanda dimulainya babak baru bagi anak-anak dalam merajut mimpi di jenjang pendidikan berikutnya.