Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi Pantau Pembelajaran Agama Hindu di SMA/SMK, Pastikan Layanan Pendidikan Berjalan Sesuai Regulasi

Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi Pantau Pembelajaran Agama Hindu di SMA/SMK, Pastikan Layanan Pendidikan Berjalan Sesuai Regulasi

Banyuwangi, (BIMAS HINDU) - Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Banyuwangi. Kunjungan ini dipimpin oleh Penyelenggara Hindu Oksan Wibowo dan didampingi Pengawas Pendidikan Agama Hindu Mamik Sutiasning, Jumat (14/11/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pendataan guru dan siswa Hindu yang telah dilakukan sebelumnya. Tujuan utama kunjungan adalah untuk memastikan proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu berjalan dengan baik, sesuai regulasi, serta menjamin tidak adanya praktik diskriminasi terhadap siswa Hindu dalam memperoleh layanan pendidikan agama.

Dalam keterangannya, Oksan Wibowo menegaskan pentingnya monitoring sebagai upaya memastikan hak-hak siswa Hindu terpenuhi.

“Sesuai dengan PP Nomor 55 Tahun 2007, kami ingin memastikan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMA/SMK berjalan tanpa diskriminasi. Selain itu, kunjungan ini kami manfaatkan untuk memberikan pembinaan langsung kepada para guru agar lebih serius menjalankan tupoksinya. Kami juga mendorong pihak sekolah menyediakan ruang pembelajaran yang setara bagi siswa Hindu,” ujarnya.

Kunjungan tersebut mendapat respon positif dari pihak sekolah maupun para guru Pendidikan Agama Hindu. Oksan menyebutkan bahwa agenda seperti ini akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Tidak hanya di tingkat SMA/SMK, setelah ini kami juga akan melakukan monitoring ke tingkat SMP dan SD,” tambahnya.

Sementara itu, Pengawas Pendidikan Agama Hindu Mamik Sutiasning menyampaikan bahwa terdapat sekitar 130 guru Pendidikan Agama Hindu di Banyuwangi, baik ASN maupun non-ASN, yang tersebar di jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.

“Kebutuhan guru Pendidikan Agama Hindu di Banyuwangi masih perlu dipenuhi karena masih ada sekolah yang memiliki siswa Hindu namun belum memiliki guru agama Hindu,” jelasnya.

Secara umum, hasil monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu telah berjalan cukup baik. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa catatan penting terkait peningkatan kualitas guru serta kelengkapan sarana prasarana pembelajaran yang perlu diperkuat untuk mendukung mutu pendidikan.


Berita Daerah LAINNYA