Lampung Tengah (Bimas Hindu) - Semangat kebersamaan lintas iman ditunjukkan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah melalui gerakan bersih-bersih rumah ibadah menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (10/8/2026). Penyelenggara Hindu dan Penyelenggara Katolik bersama jajaran masing-masing menggelar gotong royong dengan mengusung jargon “Satukan Langkah, Hijaukan Bumi, Sucikan Hati.”
Kegiatan diawali setelah apel pagi dengan aksi gotong royong di Pura Dharma Santi, Desa Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar. Para peserta bersama-sama menyapu pelataran, merapikan tanaman, serta membersihkan ruang utama pura.
Aksi tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di lingkungan Pura Dharma Santi. Selain menjaga kebersihan tempat ibadah, kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus simbol semangat merawat bumi secara bersama-sama.
Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, mengatakan kegiatan lintas iman tersebut menjadi ruang untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.
“Melalui momentum HUT RI ke-81 ini, kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat. Dengan menyatukan langkah dan hati, kita bersama-sama merawat rumah ibadah dan menghijaukan bumi sebagai wujud nyata moderasi beragama yang harmonis di Lampung Tengah,” ujar Dewa Gede Raka Ananta.
Setelah menyelesaikan kegiatan di Pura Dharma Santi, rombongan melanjutkan aksi ke Gereja Santa Lidwina Bandar Jaya. Penyelenggara Katolik Tumbur Tumanggor, S.S., bersama penyuluh agama Katolik dan staf turut bergabung dalam kegiatan tersebut.
Di lingkungan gereja, peserta kembali melakukan gotong royong dengan membersihkan halaman dan fasilitas umum. Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan tanpa membedakan latar belakang agama para peserta.
Kolaborasi Penyelenggara Hindu dan Penyelenggara Katolik tersebut memperlihatkan bahwa moderasi beragama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan bersama. Merawat rumah ibadah menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat komunikasi dan membangun rasa saling menghormati antarpemeluk agama.
Selain aspek kerukunan, kegiatan juga membawa pesan lingkungan melalui penanaman pohon dan kepedulian terhadap kebersihan. Nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan dalam ritual, tetapi juga melalui tanggung jawab menjaga lingkungan dan fasilitas yang digunakan masyarakat.
Gerakan bersih-bersih rumah ibadah menjelang HUT ke-81 RI tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat memperkuat persatuan di tingkat masyarakat. Dari Pura Dharma Santi hingga Gereja Santa Lidwina, gotong royong menjadi bahasa bersama yang mempertemukan perbedaan dalam satu semangat: merawat lingkungan, menghormati keyakinan, dan menjaga kerukunan.
Kontributor : I Made Juni Saputra