Tingkatkan Integritas Bhayangkara, Penyuluh Agama Hindu Kota Ambon Bedah Ajaran Dasa Mala di Polda Maluku

Penyuluh Agama Hindu Kota Ambon Agung Kartono menyampaikan materi ajaran Dasa Mala kepada 20 personel Polri beragama Hindu dalam kegiatan Binrohtal di Mapolda Maluku.

Ambon (Bimas Hindu) – Bagi seorang anggota Polri, ancaman terbesar dalam menegakkan hukum tidak selalu datang dari luar, tetapi juga dari dalam diri sendiri. Ajaran Dasa Mala dalam agama Hindu mengingatkan pentingnya mengendalikan sepuluh sifat buruk yang dapat mengaburkan integritas, keadilan, dan profesionalisme aparat penegak hukum. Nilai-nilai tersebut menjadi materi utama dalam Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) Hindu yang diikuti 20 personel Polri beragama Hindu di Mapolda Maluku, Kamis (16/7/2026).

Materi pembinaan disampaikan oleh Agung Kartono, Penyuluh Agama Hindu Kota Ambon, yang mengajak para peserta memahami bahwa kekuatan seorang Bhayangkara tidak hanya diukur dari kemampuan menegakkan hukum, tetapi juga dari kemampuannya mengendalikan diri.

"Dasa Mala mengajarkan kita untuk menjauhi sepuluh sifat buruk yang dapat merusak karakter seseorang. Bagi anggota Polri, pengendalian diri menjadi modal utama agar setiap keputusan yang diambil tetap berpijak pada kejujuran, keadilan, dan nilai-nilai dharma," ujar Agung Kartono.

Ia menjelaskan, Dasa Mala merupakan ajaran yang mengingatkan manusia agar terhindar dari sifat-sifat negatif seperti keserakahan, kemarahan, kebencian, iri hati, kesombongan, dan berbagai perilaku lain yang berpotensi melahirkan tindakan yang bertentangan dengan kebenaran.

Menurutnya, penegakan hukum tidak cukup hanya berlandaskan pada peraturan perundang-undangan, tetapi juga harus diperkuat dengan moral dan etika yang luhur.

"Ketika seorang aparat mampu mengendalikan pikirannya, perkataannya, dan perbuatannya, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan semakin kuat. Itulah esensi ajaran Dasa Mala yang relevan diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian saat ini," katanya.

Kegiatan Binrohtal berlangsung dalam suasana interaktif melalui sesi diskusi dan refleksi. Para peserta diajak mengaitkan nilai-nilai Dasa Mala dengan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Polda Maluku terus berupaya membangun mentalitas Bhayangkara yang Presisi, menjunjung tinggi integritas, disiplin, tanggung jawab, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Kehadiran penyuluh agama dalam pembinaan ini diharapkan semakin memperkuat karakter personel Polri sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional dengan berlandaskan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.


Berita Daerah LAINNYA