Lampung Tengah (Bimas Hindu) – Perubahan sosial yang semakin cepat menuntut penyuluh agama untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam pembinaan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah yang dipimpin Kabid Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Jumadi, di Ruang Sidang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan kapasitas aparatur Bimas Hindu agar pelayanan keagamaan berjalan lebih profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan umat di lapangan. Selain penyampaian materi, forum juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi dan dialog terkait pelaksanaan tugas penyuluh di wilayah binaan masing-masing.
Dalam arahannya, Jumadi menegaskan bahwa keberadaan penyuluh agama memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi representasi Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan melalui penguasaan materi, kemampuan komunikasi, serta integritas dalam menjalankan tugas.
"Sebagai Penyuluh Agama Hindu, kita dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada umat. Penyuluh harus hadir sebagai pembimbing, motivator, sekaligus teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Jadikan tugas penyuluhan sebagai bentuk pengabdian yang dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab," ujar Jumadi.
Ia menilai, dinamika masyarakat saat ini membuat peran penyuluh tidak lagi terbatas pada penyampaian materi keagamaan. Dalam praktiknya, penyuluh kerap menjadi rujukan masyarakat ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan, sehingga kemampuan untuk memahami isu-isu sosial menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
"Penyuluh agama sering dipandang sebagai tempat bertanya dan mencari solusi atas berbagai persoalan. Karena itu, kita tidak boleh berhenti belajar. Pengetahuan harus terus diperbarui agar mampu memberikan pendampingan yang tepat sesuai kebutuhan umat," katanya.
Jumadi juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin, mulai dari pelaksanaan tugas di lapangan, penyusunan laporan kinerja secara tepat waktu, hingga pemanfaatan pendekatan-pendekatan baru dalam penyuluhan agar pesan keagamaan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Diskusi yang berlangsung sepanjang kegiatan memperlihatkan beragam tantangan yang dihadapi penyuluh di lapangan, mulai dari pembinaan umat hingga dinamika sosial di wilayah binaan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan masukan untuk memperkuat pola pembinaan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Penguatan kapasitas ini menjadi salah satu langkah Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung dalam memastikan penyuluh agama tetap memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan bekal pengetahuan, integritas, dan kemampuan beradaptasi, penyuluh diharapkan mampu terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas sekaligus memperkuat kehidupan umat Hindu di tengah masyarakat.