Melalui Pasraman Kilat, Remaja Hindu Bentengi Karakter Luhur dan Jiwa Kemandirian

Pasraman Kalingga Satya Dharma Kabupaten Pekalongan sukses menyelenggarakan program Pasraman Kilat Tahun 2026.

Pekalongan (BIMAS HINDU) - Dalam upaya memperkokoh fondasi spiritualitas dan membentuk karakter luhur generasi muda Hindu, Pasraman Kalingga Satya Dharma Kabupaten Pekalongan sukses menyelenggarakan program Pasraman Kilat Tahun 2026. Kegiatan strategis yang berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 1–2 Juli 2026 ini dipusatkan di Gedung Pasraman Kalingga Satya Dharma. Mengusung tema besar “Melalui Pasraman Kilat Mari Menjalin Harmoni yang Erat Sesama Insan Suputra Demi Menjaga Tegaknya Dharma dan Agama”, momentum ini diarahkan untuk mencetak generasi muda umat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga teguh dalam menjaga kelestarian ajaran dharma di tengah tantangan zaman.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua Yayasan Satya Saraswati Kabupaten Pekalongan, Wasiyo, S.Ag. Dalam sambutan pembukaannya, Wasiyo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras seluruh guru pasraman yang tanpa lelah membimbing serta mendidik generasi muda umat Hindu di Kabupaten Pekalongan. Beliau menegaskan bahwa program tahunan ini memiliki nilai esensial yang sangat penting dalam struktur pendidikan keagamaan nonformal.
"Kegiatan Pasraman Kilat ini sekaligus menjadi puncak dan wadah evaluasi pelaksanaan pembelajaran pasraman sepanjang satu tahun ajaran yang telah berjalan," ujar Wasiyo. Lebih lanjut, beliau berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat dalam mendalami ajaran suci agama, mengamalkannya dalam realitas kehidupan sehari-hari, serta tumbuh menjadi remaja Hindu yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan berbudi pekerti luhur demi masa depan bangsa.
Guna menghadirkan suasana belajar yang efektif namun menyenangkan, panitia mengemas rangkaian kegiatan sepanjang dua hari tersebut secara inovatif, inspiratif, dan kreatif. Para peserta dibekali dengan berbagai materi penguatan keagamaan yang komprehensif, meliputi penyampaian dharma wacana, latihan pelafalan doa sehari-hari, praktik keagamaan mejejahitan, hingga hafalan sloka. Tidak hanya terpaku pada aspek teoretis, internalisasi nilai kemandirian dan tanggung jawab juga diimplementasikan melalui kegiatan pentas seni serta agenda berkemah semalam di area pasraman.
Di sela-sela aktivitas, perwakilan Guru Pasraman Kalingga Satya Dharma selaku Panitia Pelaksana mengungkapkan bahwa antusiasme tinggi dari anak-anak menjadi energi positif tersendiri dalam menyukseskan acara ini. "Melalui ragam kegiatan praktis seperti mejejahitan dan hafalan sloka, kami tidak hanya mentransfer ilmu keagamaan secara kognitif, melainkan juga menyentuh aspek rasa dan psikomotorik mereka. Kegiatan berkemah dan pentas seni sengaja dirancang untuk meruntuhkan ego kelompok serta mempererat rasa persaudaraan, sehingga harmoni sebagai sesama insan Suputra benar-benar dapat mereka rasakan dan aplikasikan setelah keluar dari pasraman ini," jelasnya.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, dinamika pembinaan diperkuat melalui penyelenggaraan kegiatan outbound yang edukatif dan rekreatif. Melalui pendekatan persuasif ini, anak-anak diajak untuk melatih kerja sama tim dan ketangkasan fisik. Selain berfungsi untuk memperkokoh pemahaman praktis terhadap ajaran agama, agenda luar ruangan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari pengelola pasraman atas kesungguhan dan komitmen yang ditunjukkan oleh anak-anak selama mengikuti proses pembelajaran sepanjang satu tahun terakhir.
Melalui keberlanjutan program Pasraman Kilat ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan berharap ikatan persaudaraan dan harmoni di antara sesama insan Suputra dapat terjalin semakin erat. Sinergi pembinaan karakter berbasis keagamaan sejak dini ini diharapkan mampu menjadi benteng moral yang kokoh, sehingga nilai-nilai luhur dharma senantiasa terjaga, lestari, dan tertegakkan dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara


Berita Daerah LAINNYA