Jembrana (Bimas Hindu) - Upaya percepatan mutasi aset untuk mendukung pengembangan satuan pendidikan Widyalaya terus diperkuat melalui kegiatan koordinasi dan sinkronisasi yang dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Jembrana, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan administrasi sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan dan bangunan secara tepat guna.
Dalam kegiatan tersebut, pembahasan difokuskan pada penyelarasan tahapan, persyaratan, serta mekanisme administrasi mutasi aset agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Sinkronisasi lintas bidang ini dinilai krusial untuk menghindari potensi hambatan administratif yang kerap muncul akibat ketidaksesuaian data maupun ketidaklengkapan dokumen pendukung.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jembrana bersama jajaran teknis, yakni Kepala Seksi Survei dan Pemetaan serta Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, turut hadir dan berperan aktif dalam proses koordinasi. Keterlibatan unsur teknis ini memperkuat validasi data pertanahan serta memastikan setiap tahapan dapat dikawal secara sistematis dan terukur.
Selain membahas percepatan proses, kegiatan ini juga menitikberatkan pada pentingnya integrasi data antarbagian guna menciptakan sistem administrasi yang lebih akurat dan transparan. Dengan demikian, setiap proses mutasi aset dapat dilaksanakan secara tertib, akuntabel, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Koordinasi yang dilakukan tidak hanya menjadi forum penyelarasan teknis, tetapi juga sebagai ruang penguatan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan kelembagaan pendidikan Widyalaya. Pemanfaatan aset berupa lahan dan bangunan yang terkelola dengan baik diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Melalui sinergi yang terbangun, percepatan mutasi aset diharapkan dapat segera terealisasi tanpa kendala berarti. Langkah ini sekaligus menjadi wujud keseriusan dalam menghadirkan tata kelola aset yang efektif dan berdaya guna, sehingga mampu mendorong kemajuan satuan pendidikan Widyalaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.