Lombok Barat (BIMAS HINDU) - Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan koordinasi lintas sektoral, Seksi Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan Persembahyangan Bersama Tiga Bulanan. Kegiatan yang memasuki agenda kedua di tahun 2026 ini dipusatkan di Pura Giri Aji Sengkongo, Kecamatan Labuapi, Minggu (10/5). Selain melaksanakan persembahyangan bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi simakrama serta diskusi evaluasi kinerja guna menjaring saran dan masukan dari seluruh peserta yang hadir demi mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Bimas Hindu, Pengawas Pendidikan Agama Hindu, Guru Agama Hindu (Kemenag maupun Pemda), Penyuluh Agama Hindu, serta ASN pelaksana pada lingkungan Kankemenag Lombok Barat.
Kepala Seksi Bimas Hindu Kankemenag Lombok Barat, Ketut Edi Ariawan, S.Ag., M.Pd.H., dalam arahannya menekankan bahwa agenda rutin ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan instrumen penting untuk membangun soliditas organisasi.
"Apalagi dengan adanya rekan-rekan ASN dan PPPK yang baru bergabung, interaksi tidak boleh hanya terbatas di grup WhatsApp saja. Kita perlu membangun komunikasi tatap muka untuk memperkuat kekeluargaan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal," ujar sosok yang akrab disapa Yoga Edi tersebut.
Lebih lanjut, Yoga Edi menambahkan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergilir di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Barat sebagai upaya mendekatkan birokrasi dengan umat di akar rumput.
Kegiatan diawali dengan Dharma Wacana yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu, I Made Sri Wirdiata. Dalam paparannya, disampaikan bahwa seluruh ASN agar memegang teguh swadharma (kewajiban) masing-masing jabatan. Menurutnya, loyalitas terhadap tugas yang diberikan pimpinan merupakan bagian dari pengabdian untuk mencapai target kinerja institusi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi simakrama (ramah tamah) dan diskusi evaluasi kinerja. Sesi ini menjadi ruang bagi para pendidik dan penyuluh untuk menyampaikan aspirasi serta saran demi peningkatan mutu layanan keagamaan di Lombok Barat.
Sebagai bentuk implementasi nilai religius dan kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Dana Punia yang dihimpun secara sukarela dari para pemedek yang hadir kepada pengurus Pura Giri Aji Sengkongo melalui Pinandita setempat.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan Rsi Yadnya di Griya Amertha Wangi Pangasung, Kecamatan Labuapi. Keluarga besar Bimas Hindu Kemenag Lobar menghaturkan dana punia kepada Ida Bhagawan Agung Putri Blambangan, rabi/ istri dari Ida Bhagawan Putra Blambangan (purna tugas di Bidang Bimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi NTB, dulu semasih walaka Bernama I Deewa Ketut Merthayasa, S.Ag., M.I.Kom).
Aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk bhakti kepada Sulinggih, menyusul musibah luka pada bagian kaki yang dialami beliau akibat dugaan peluru nyasar beberapa waktu lalu. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kegotongroyongan dan penghormatan kepada tokoh agama tetap menjadi fondasi utama bagi ASN Kemenag dalam menjalankan tugasnya.
@Kontributor Daerah: S. Wirdiata