Perkuat Barisan Penyuluh, Bimas Hindu Lampung Tekankan Sinergi dan Peran Media Sosial

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja penyuluh agama Hindu se-Provinsi Lampung

Lampung (BIMAS HINDU) – Di tengah arus digitalisasi yang kian pesat, Bidang Bimbingan Masyarakat Hindu (Bimas Hindu) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung melangkah strategis dengan menggelar kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja penyuluh agama Hindu se-Provinsi Lampung. Acara yang berlangsung di Aula Pepadum. ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tapi juga titik awal transformasi peran penyuluh di era digital, Rabu (27/08/2025).

Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Bimas Hindu, Jumadi, S.Ag., M.Psi., kegiatan ini mengangkat isu krusial: bagaimana penyuluh dapat menjadi agen perubahan berbasis digital yang menjangkau umat lintas generasi melalui media sosial dan teknologi informasi.

“Penyuluh agama Hindu tidak cukup hanya hadir di lapangan, tapi juga harus eksis di ruang digital. Zaman sudah berubah, umat kini mencari pencerahan juga melalui platform online,” tegas Jumadi dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Jumadi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Penyuluh didorong aktif berkolaborasi dengan BNN, Dinas Kesehatan, BKKBN, hingga Dukcapil untuk memperkuat pesan-pesan keagamaan dan moral melalui pendekatan yang integratif dan menyentuh akar persoalan sosial.

Tidak hanya itu, penyeragaman laporan kinerja menjadi agenda prioritas. Format laporan yang seragam di seluruh kabupaten/kota di Lampung akan mulai diterapkan dan dipantau langsung oleh Ketua Tim Kepenyuluhan Agama Hindu Provinsi, guna menjamin akuntabilitas dan transparansi program pembinaan.

Kegiatan ini juga menghadirkan Sri Widati, S.Ag. selaku Ketua Tim Kepenyuluhan, dan Eko Sriwulan, S.Ag., Ketua Pokjaluh, yang bersama-sama mendorong semangat pembaruan dalam tubuh penyuluh Hindu di Lampung. Seluruh penyuluh agama Hindu – baik PNS, PPPK, maupun non-PNS – hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti sesi dialog, diskusi, dan penyelarasan visi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengubah paradigma penyuluhan dari model konvensional menjadi pendekatan digital-humanistik. Penyuluh kini dituntut tak hanya memahami nilai-nilai ajaran Hindu, tetapi juga mampu mengemas pesan spiritual dalam format konten kreatif dan edukatif yang menarik minat generasi muda.

Dengan semangat ini, Bimas Hindu Lampung berharap para penyuluh dapat menjadi motor penggerak yang tidak hanya menguatkan keyakinan umat, tetapi juga hadir sebagai solusi dalam kehidupan sosial, budaya, dan kemasyarakatan umat Hindu di era modern.


Berita Daerah LAINNYA