Persembahyangan Purwani Tilem di Candi Ijo Dorong Penguatan Fungsi Candi sebagai Pusat Spiritual Hindu

Persembahyangan Purwani Tilem di Candi Ijo Dorong Penguatan Fungsi Candi sebagai Pusat Spiritual Hindu

Sleman (Bimas Hindu) - Umat Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dan Penyuluh Agama Hindu DIY melaksanakan Persembahyangan Purwani Tilem di , Sambirejo, Prambanan, Sleman, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghidupkan kembali fungsi candi sebagai pusat spiritual dan tempat suci umat Hindu.

Persembahyangan berlangsung khidmat di kawasan candi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi. Umat yang hadir mengikuti rangkaian persembahyangan dengan penuh bhakti sekaligus memperkuat kesadaran untuk menjaga warisan leluhur Hindu yang ada di Yogyakarta.

Purwani Tilem merupakan hari suci umat Hindu, khususnya dalam tradisi Jawa-Bali, yang dilaksanakan sehari sebelum Tilem atau bulan mati. Momentum tersebut dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan penyucian diri, memperkuat spiritualitas, dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dalam kegiatan tersebut, umat juga diajak untuk kembali memandang candi tidak hanya sebagai situs budaya dan peninggalan sejarah, tetapi sebagai ruang suci yang memiliki vibrasi spiritual dan nilai religius yang tetap hidup dalam kehidupan umat Hindu.

Selama ini, masih terdapat sejumlah candi yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat persembahyangan. Karena itu, kegiatan Purwani Tilem di Candi Ijo diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali fungsi spiritual candi dalam kehidupan keagamaan umat Hindu sehari-hari.

Upaya pemanfaatan Candi Ijo sebagai pusat kegiatan spiritual diketahui telah dirintis sejak sekitar satu tahun terakhir. Namun demikian, partisipasi umat dinilai masih perlu ditingkatkan agar kegiatan keagamaan di kawasan candi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dalam Dharma Wacananya, menegaskan pentingnya keterlibatan umat dalam menjaga sekaligus menghidupkan fungsi candi sebagai tempat suci umat Hindu.

“Candi merupakan peninggalan leluhur yang memiliki nilai kesucian tinggi dan sudah sepatutnya kita jaga serta hidupkan kembali. Selama ini masih banyak candi yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat persembahyangan,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat Hindu di Yogyakarta dan sekitarnya untuk bersama-sama aktif hadir dan berbhakti di Candi Ijo sebagai bentuk pelestarian spiritual dan budaya Hindu.

“Kami mengajak seluruh umat Hindu, khususnya di Yogyakarta dan sekitarnya, untuk bersama-sama hadir dan berbhakti di Candi Ijo. Upaya ini telah kami rintis, namun membutuhkan dukungan dan partisipasi yang lebih luas dari umat,” lanjutnya.

Persembahyangan Purwani Tilem tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga keberlanjutan fungsi candi sebagai pusat spiritual umat Hindu, sekaligus memperkuat nilai bhakti, pelestarian budaya, dan kesadaran terhadap warisan leluhur Hindu Nusantara.

 

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu DIY


Berita Daerah LAINNYA