Rawat Tradisi Leluhur Kaharingan, Bimas Hindu Katingan Bekali 50 Pelajar Pasraman Keterampilan Upakara dan Literasi Remaja

Pasraman Kilat 2026

Kasongan (Bimas Hindu) — Upaya membentengi moralitas generasi muda sekaligus merawat kelestarian tradisi leluhur terus digalakkan jajaran Bimas Hindu di daerah. Seksi Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Katingan menyelenggarakan Pasraman Kilat 2026 bagi generasi muda Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan, (Minggu, 01/11/2026).

Kegiatan pembinaan terpadu ini diikuti oleh 50 peserta perwakilan dari tujuh pasraman di wilayah Kabupaten Katingan. Mengusung tema “Membentuk Generasi Muda Hindu yang Beriman, Berkarakter, dan Berbudaya”, agenda ini dirancang untuk memadukan pemahaman spiritual, pencegahan degradasi moral remaja, serta kecakapan praktik ritual keagamaan lokal.

Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan Ditjen Bimas Hindu dalam memperkuat karakter kebangsaan pelajar pasraman sekaligus memelihara ekosistem kebudayaan keagamaan nusantara dari kepunahan di era modernisasi.

Dalam agenda pembinaan, panitia menghadirkan konselor dari unit layanan Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Katingan untuk membekali para siswa dengan materi mitigasi kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta penguatan etika pergaulan.

Selain penguatan teori moralitas, para peserta mendapatkan bimbingan praktik langsung berupa pembuatan anyaman ketupat dan perangkat sarana upacara tradisional khas Hindu Kaharingan. Pelatihan keterampilan ini menjadi langkah nyata regenerasi keahlian upakara agar anak-anak muda tetap mencintai dan melestarikan warisan tradisi leluhurnya.

Kepala Seksi Bimas Hindu Kantor Kemenag Kabupaten Katingan, Maya Mulyono, menegaskan pentingnya kontinuitas program serta pemerataan akses pembinaan keagamaan hingga ke pelosok daerah.

“Pasraman Kilat ini memiliki arti penting dalam melahirkan generasi muda Hindu Kaharingan yang kokoh dalam pemahaman sradha, berkarakter mulia, serta memiliki kebanggaan merawat tradisi budaya leluhur. Di tengah arus keterbukaan informasi, generasi muda harus memiliki daya saring yang kuat tanpa mencabut akar budayanya sendiri,” urai Maya Mulyono.

Lebih jauh, Maya mendorong agar program afirmasi pembinaan keagamaan dapat terus diakselerasi hingga menjangkau wilayah pedalaman Kalimantan Tengah secara menyeluruh.

“Ke depan, kami berharap program Pasraman Kilat ini dapat terus diperluas hingga menyentuh anak-anak pasraman di wilayah hulu dan pedalaman Katingan. Sinergi program Ditjen Bimas Hindu sangat kami nantikan agar hak seluruh tunas bangsa di pelosok untuk memperoleh pembinaan keagamaan dan pelestarian budaya dapat terlayani secara adil dan merata,” tambahnya.

Melalui perhelatan Pasraman Kilat ini, Ditjen Bimas Hindu menegaskan komitmennya dalam menjaga keharmonisan antara nilai-nilai keimanan, kepribadian yang luhur, dan kelestarian kearifan lokal Hindu Kaharingan demi terwujudnya generasi emas nusantara.

 

Kontributor: Nopsi Yanti


Berita Daerah LAINNYA