Tulang Bawang (Bimas Hindu) – Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, terus memperkuat pelaksanaan pembinaan pra nikah sebagai upaya strategis dalam membangun keluarga Hindu yang harmonis dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) ini menjadi bagian dari langkah edukatif guna membekali calon pengantin dengan pemahaman menyeluruh tentang kehidupan berumah tangga.
Penyelenggara Hindu Kabupaten Tulang Bawang, Narsono, S.Ag, dalam arahannya menegaskan bahwa kesiapan memasuki pernikahan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyangkut kesiapan mental, spiritual, dan sosial. Pembinaan ini diikuti oleh pasangan calon pengantin, Gusti Ngurah Putu Widi Widiana (25) asal Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, dan Wayan Lusi Tuwiri (24) asal Margo Jaya, Mesuji.
“Perkawinan dalam ajaran Hindu merupakan ikatan suci yang mengandung tanggung jawab besar. Oleh sebab itu, setiap pasangan perlu memahami nilai-nilai dharma sebagai landasan utama dalam membangun kehidupan rumah tangga,” ujar Narsono.
Ia menambahkan, pembinaan pra nikah berperan penting dalam membentuk kesiapan pasangan sekaligus mengantisipasi potensi permasalahan dalam kehidupan berkeluarga. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan wawasan, tetapi juga menanamkan pola pikir dan sikap yang matang dalam menghadapi dinamika rumah tangga.
Kegiatan pembinaan menghadirkan dua penyuluh agama Hindu bersama Ketua RBKS Kabupaten Tulang Bawang. Pembahasan difokuskan pada penguatan pemahaman peran dan tanggung jawab suami istri, pembentukan keluarga Sukinah yang bebas dari kekerasan, serta pendalaman makna perkawinan dalam perspektif ajaran Hindu.
Ketua RBKS Kabupaten Tulang Bawang menegaskan bahwa keluarga merupakan pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang berkualitas. “Keluarga yang harmonis tumbuh dari komunikasi yang baik, pemahaman nilai yang kuat, serta kemampuan menyikapi perbedaan secara bijak. Melalui pembinaan ini, kami berupaya membekali calon pengantin dengan kesiapan yang utuh,” ujarnya.
Para penyuluh agama Hindu juga menekankan pentingnya keselarasan peran suami dan istri dalam menjalankan kewajiban rumah tangga. Hubungan yang dibangun atas dasar saling menghormati dan saling mendukung menjadi kunci terciptanya keluarga yang damai dan sejahtera.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif peserta dalam setiap sesi. Diskusi yang berkembang tidak hanya memperdalam pemahaman, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga.
RBKS Kabupaten Tulang Bawang terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan keluarga yang berkesinambungan dan adaptif terhadap perkembangan sosial. Upaya ini diarahkan untuk melahirkan keluarga Hindu yang tidak hanya harmonis dan sejahtera, tetapi juga memiliki ketangguhan nilai dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.