Refleksi Tumpek Krulut Lewat Radio, Penyuluh Agama Hindu Ajak Umat Menumbuhkan Kasih Sayang dari Diri Sendiri

Kasih sayang yang tulus berawal dari kemampuan menghargai dan mencintai diri sendiri.

Klungkung (Bimas Hindu) – Momentum Tumpek Krulut dimanfaatkan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung untuk mengajak umat Hindu merefleksikan makna kasih sayang sebagai fondasi kehidupan. Pesan tersebut disampaikan melalui Mimbar Agama Hindu yang disiarkan Radio Srinadi pada Rabu (29/7/2026) sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Mengusung tema refleksi Tumpek Krulut, siaran tersebut mengulas nilai-nilai spiritual hari suci yang diperingati sebagai penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewa Iswara, simbol keharmonisan, seni, suara, dan cinta kasih. Melalui media radio, penyuluh mengajak umat memaknai Tumpek Krulut tidak hanya sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai momentum membangun hubungan yang harmonis dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan.

Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, Dewa Ayu Antari, menjelaskan bahwa kasih sayang yang diajarkan dalam Tumpek Krulut berawal dari kemampuan seseorang menghargai dan merawat dirinya sendiri.

"Tumpek Krulut mengajarkan bahwa cinta kasih dimulai dari diri sendiri. Ketika kita mampu menjaga kesehatan, mengendalikan pikiran, dan mengisi hidup dengan perbuatan baik, kita sedang membangun fondasi untuk menebarkan kasih kepada keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar," ujarnya.

Ia menambahkan, mencintai diri sendiri tidak identik dengan sikap mementingkan kepentingan pribadi. Sebaliknya, seseorang yang memiliki kesehatan jasmani dan ketenangan batin akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan, mengambil keputusan dengan bijaksana, serta menghadirkan energi positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Dalam pemaparannya, penyuluh juga mengajak umat menjadikan Tumpek Krulut sebagai waktu untuk melakukan introspeksi, memperbaiki kualitas diri, dan memperkuat rasa syukur. Nilai-nilai tersebut dinilai penting agar ajaran Hindu tidak berhenti pada pelaksanaan ritual, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Melalui siaran radio yang dapat diakses masyarakat di berbagai wilayah, penyebarluasan pesan-pesan Dharma diharapkan mampu menjangkau umat secara lebih luas, termasuk mereka yang tidak dapat mengikuti kegiatan pembinaan secara langsung. Pemanfaatan media penyiaran juga menjadi bagian dari inovasi pelayanan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan komunikasi masyarakat.

Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu Ni Kadek Moni menegaskan bahwa peringatan Tumpek Krulut akan memiliki makna yang lebih mendalam apabila diwujudkan dalam perubahan sikap dan tindakan nyata.

"Persembahan terbaik pada Tumpek Krulut bukan hanya melalui sarana upacara, tetapi juga melalui komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana, penuh kasih, dan mampu menghadirkan manfaat bagi sesama," katanya.

Melalui Mimbar Agama Hindu di Radio Srinadi, Kementerian Agama Kabupaten Klungkung terus memperluas jangkauan pembinaan keagamaan dengan menghadirkan materi yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan, membangun karakter umat, serta menanamkan nilai-nilai Dharma yang relevan dengan tantangan kehidupan di era modern.


Berita Daerah LAINNYA