Rumah Ibadah Mulai Rapuh, Umat Hindu Kaharingan Pulang Pisau Sampaikan Aspirasi kepada Pemerintah

Rumah Ibadah Mulai Rapuh, Umat Hindu Kaharingan Pulang Pisau Sampaikan Aspirasi kepada Pemerintah

TUMBANG TARUSAN (Bimas Hindu) - Perayaan Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1948 sekaligus Hari Ulang Tahun Integrasi Kaharingan-Hindu ke-46 di Desa Tumbang Tarusan, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, menjadi ruang penyampaian aspirasi umat Hindu Kaharingan terkait kebutuhan mendesak sarana ibadah dan literasi keagamaan, Minggu (10/5/2026).

Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan (MR-AHK) Kecamatan Banama Tingang, Abimayu, S.Pd, secara terbuka meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, hingga Kementerian Agama untuk membantu renovasi Balai Basarah yang mulai mengalami kerusakan akibat usia bangunan.

Menurut Abimayu, sebagian besar rumah ibadah umat Hindu Kaharingan di wilayah Banama Tingang masih berbahan dasar kayu dan telah berdiri lebih dari dua dekade. Kondisi tersebut dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menunjang kegiatan peribadatan umat.

“Sebagian Balai Basarah sudah termakan usia dan perlu diperbaiki bahkan dibangun kembali. Sementara kemampuan ekonomi masyarakat masih terbatas, sehingga kami berharap ada dukungan pemerintah untuk membantu meringankan kebutuhan umat,” ujarnya Abimayu.

Ia menjelaskan, dari 15 desa di Kecamatan Banama Tingang, belum seluruhnya memiliki Balai Basarah yang representatif. Keberadaan rumah ibadah dinilai penting sebagai pusat pembinaan spiritual, pelestarian budaya, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat Hindu Kaharingan.

Abimayu menegaskan, umat Hindu Kaharingan merupakan populasi terbesar ketiga di wilayah tersebut sehingga kebutuhan fasilitas keagamaan layak menjadi perhatian bersama. Ia berharap ke depan setiap desa minimal memiliki satu Balai Basarah yang layak agar masyarakat dapat melaksanakan persembahyangan dengan aman dan nyaman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bidang Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, I Made Adnyana, mengakui bahwa dukungan anggaran pemerintah saat ini menghadapi tantangan cukup berat. Ia menyampaikan bahwa pagu anggaran Bimas Hindu di Kalimantan Tengah mengalami pemangkasan signifikan.

“Anggaran Bimas Hindu Kalteng saat ini terpotong sekitar 95 persen dari pagu sebelumnya. Kondisi ini tentu memengaruhi ruang gerak program bantuan,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mendorong pengurus rumah ibadah dan organisasi keagamaan untuk aktif mengajukan proposal bantuan sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan umat. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan swadaya dalam pembangunan sarana ibadah.

Terkait kebutuhan kitab suci dan buku-buku keagamaan Hindu, Made memastikan distribusi tetap akan dilakukan selama persediaan di Kementerian Agama tersedia.

“Kami terus berupaya membantu sesuai kemampuan dan ketersediaan yang ada. Untuk kitab suci dan buku keagamaan, sepanjang stok tersedia pasti akan kami distribusikan kepada umat,” katanya.

Perayaan Dharma Santi dan HUT Integrasi Kaharingan-Hindu ke-46 tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan turut dihadiri Plt. Kepala DP3AP2KB Kabupaten Pulang Pisau, Camat Banama Tingang, Ketua MB-AHK Pusat Palangka Raya, Ketua WHDI Kalimantan Tengah, unsur Damang Adat, serta tokoh masyarakat setempat.


Kehadiran ratusan umat Hindu dari berbagai desa di Banama Tingang mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan harapan agar pembangunan kehidupan keagamaan Hindu Kaharingan terus mendapat perhatian di tengah tantangan keterbatasan sarana dan anggaran.


Berita Daerah LAINNYA