Meneguhkan Dharma Pendidikan:

Sinergi Kemenag Merawat Pelita Vidya di UWILA Ganesa Parwati

BANYUWANGI (Bimas Hindu) – Pendidikan adalah jalan Vidya (ilmu pengetahuan) yang harus dijaga apinya agar tetap menyala bagi generasi mendatang. Di Banyuwangi, Pendidikan Hindu tengah memasuki babak baru yang penuh optimisme. Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Kementerian Agama menegaskan kehadirannya bukan sekadar sebagai pengawas, melainkan sebagai mitra strategis dalam merawat keberlangsungan institusi pendidikan.

Hal ini tercermin dalam kegiatan pembinaan Utama Widyalaya (UWILA) Ganesa Parwati yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026). Bertempat di Ruang Guru, suasana hangat menyelimuti dialog antara Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi, Oksan Wibowo, dengan para pengelola sekolah, tokoh PHDI, dan perwakilan orang tua siswa. Fokus utamanya satu memastikan sekolah ini tetap menjadi kawah candradimuka bagi generasi Hindu yang unggul.

Oksan Wibowo, Penyelenggara Hindu Kemenag Banyuwangi, menegaskan bahwa peran Kementerian Agama—khususnya melalui napas perjuangan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu—adalah menjadi penyokong utama bagi institusi pendidikan Hindu. Menurutnya, UWILA Ganesa Parwati adalah aset suci yang memerlukan komitmen kolektif.

"Mengelola sekolah adalah bentuk pengabdian. Kami hadir untuk memastikan bahwa niat tulus yang melandasi berdirinya sekolah ini diperkuat dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel," ungkap Oksan.

Sebagai bentuk komitmen riil, Kemenag menyatakan kesiapannya untuk memberikan asistensi manajemen organisasi secara langsung di lokasi sekolah. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas dan eksistensi lembaga di tengah tantangan zaman yang dinamis.

Momen ini juga menandai estafet kepemimpinan dengan dilantiknya Ibu Dra. Mamik Sutiasning sebagai Kepala UWILA yang baru. Kemenag memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi kepala sekolah terdahulu serta seluruh tenaga pendidik yang telah mendharmakan diri bagi kemajuan siswa.

Untuk mewujudkan tata kelola yang sehat, Kemenag mendorong beberapa langkah strategis:

Integritas Organisasi: Menyarankan pemisahan peran antara pengurus yayasan dan pengelola sekolah demi terciptanya manajemen yang objektif.

Transparansi Tata Kelola: Memastikan aspek administrasi dan anggaran dikelola secara terbuka sebagai bagian dari tanggung jawab moral kepada umat dan negara.

Dinamika Sehat: Mendorong regenerasi kepemimpinan sebagai upaya menjaga energi dan inovasi lembaga.

Meski tantangan berupa keterbatasan sumber daya menjadi realitas, kehadiran Kemenag sebagai pendamping memberikan harapan baru. Pihak PHDI dan Yayasan menyambut baik arahan tersebut sebagai energi positif untuk merumuskan langkah strategis ke depan.

Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa dengan kolaborasi yang harmonis, tantangan seberat apa pun dapat dihadapi. Melalui pembinaan ini, UWILA Ganesa Parwati diharapkan semakin kokoh dalam mencetak insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman karakter dan jiwa pengabdian.


Berita Daerah LAINNYA