Sloka Bhagavad Gita Bekali Remaja Hindu Hadapi Tantangan Zaman Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sloka Bhagavad Gita Bekali Remaja Hindu Hadapi Tantangan Zaman Tanpa Kehilangan Jati Diri

Mesuji (Bimas Hindu) – Penguatan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga memerlukan fondasi spiritual yang kokoh. Berangkat dari semangat tersebut, Penyuluh Agama Hindu Ni Ketut Putriani memberikan pembinaan keagamaan kepada remaja Hindu Desa Labuhan Indah dalam rangkaian Persembahyangan Hari Tilem di Pura Dalem Banjar Labuhan Indah, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang diikuti remaja Hindu, pengurus adat, dan umat setempat itu menjadi ruang pembelajaran untuk memperdalam pemahaman ajaran Hindu sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Selain melaksanakan persembahyangan bersama, para peserta juga mengikuti pembacaan sloka suci dan dharma wacana yang mengangkat nilai-nilai kehidupan berdasarkan sastra Hindu.

Dalam pembinaannya, Ni Ketut Putriani mengangkat Bhagavad Gita XVI.1, "Abhayam sattva-saṁśuddhir jñāna-yoga-vyavasthitiḥ", yang mengajarkan pentingnya keberanian, kemurnian hati, dan keteguhan dalam menempuh jalan kehidupan yang dilandasi Dharma. Menurutnya, pesan suci tersebut tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat.

Ia menilai, tantangan yang dihadapi remaja saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana mereka mampu menyaring informasi, menjaga etika, serta mempertahankan identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

"Kemajuan zaman tidak boleh membuat kita kehilangan arah. Remaja Hindu harus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijaksana, tetapi tetap menjadikan Dharma sebagai kompas dalam setiap langkah kehidupan. Ketika sradha dan bhakti tertanam kuat, mereka akan memiliki keberanian untuk memilih jalan yang benar," ujar Ni Ketut Putriani.

Ia juga mengajak para remaja untuk menjadikan nilai-nilai Hindu sebagai pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga, lingkungan, maupun masyarakat. Sikap saling menghormati, bertanggung jawab, jujur, dan peduli terhadap sesama, menurutnya, merupakan cerminan nyata dari pengamalan ajaran Hindu yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana pembinaan berlangsung hangat dan komunikatif. Para peserta tidak hanya mendengarkan dharma wacana, tetapi juga berdialog mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda, mulai dari pergaulan, penggunaan media sosial, hingga pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan, kehidupan spiritual, dan aktivitas sehari-hari.

Kelian Adat Desa Labuhan Indah menyampaikan apresiasi atas konsistensi pendampingan yang dilakukan Penyuluh Agama Hindu dalam membina umat, khususnya kalangan remaja. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan telah memberikan dampak positif terhadap tumbuhnya kesadaran generasi muda untuk lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan dan menjaga nilai-nilai budaya Hindu.

"Kami melihat pembinaan seperti ini sangat dibutuhkan. Remaja tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga motivasi untuk membangun karakter, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan. Kehadiran penyuluh menjadi energi positif bagi pembinaan umat di desa kami," ungkapnya.

Pembinaan keagamaan bagi generasi muda menjadi investasi penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan beragama Hindu. Dengan bekal pemahaman sastra suci, penguatan sradha dan bhakti, serta pendampingan yang berkesinambungan, remaja Hindu diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mampu menjaga nilai-nilai Dharma, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.


Berita Daerah LAINNYA