Malang (Humas Hindu) - Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Santika Dharma Malang menyelenggarakan Dies Natalis ke-XIV dan Wisuda ke-X Program Studi Pendidikan Agama Hindu pada Selasa, 14 Oktober 2025 bertempat di Hotel Gajahmada, Malang.
Sebanyak 26 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Acara ini menjadi momentum penting dalam perjalanan STAH Santika Dharma Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi Hindu yang konsisten melahirkan generasi muda berkarakter, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai dharma.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Dr. I Nengah Duija, M.Si, turut menyampaikan ucapan selamat serta orasi ilmiah melalui tayangan video tapping.
Prof. Duija memberikan apresiasi atas capaian STAH Santika Dharma Malang yang terus berjuang memberikan pelayanan pendidikan kepada generasi muda Hindu, khususnya di Pulau Jawa. Menurutnya, kehadiran kampus ini menjadi bagian penting dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui nilai-nilai Hindu yang universal.
“Sebagai generasi muda Hindu, saya berharap jangan pernah ragu untuk terus mengisi diri dengan mengejar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi guna menggapai cita-cita,” pesan Prof. Duija dalam orasi ilmiahnya.
Lebih lanjut, Dirjen Bimas Hindu juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Hindu melalui berbagai program beasiswa.

“Ditjen Bimas Hindu menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Baik itu dari Beasiswa LPDP ataupun yang lainnya. Karena itu, kami harapkan adik-adik semua tidak cepat berpuas diri, namun terus memperkuat diri dengan mengejar pendidikan setinggi-tingginya,” ujarnya.
Dalam penutup orasi ilmiahnya, Prof. Duija juga mengajak seluruh sivitas akademika STAH Santika Dharma Malang untuk terus mengembangkan kajian dan penelitian yang berakar pada teologi Hindu. Upaya tersebut, menurutnya, menjadi kunci penting dalam memperkuat eksistensi pendidikan tinggi keagamaan Hindu di tengah perubahan zaman.
“Perguruan tinggi Hindu harus menjadi pusat lahirnya gagasan besar dan penelitian yang berpijak pada ajaran dharma. Dari sinilah akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan integritas,” tegas Prof. Duija.
Ia berharap STAH Santika Dharma Malang dapat terus berinovasi dan berkolaborasi, menghadirkan pendidikan Hindu yang relevan dengan tantangan masa kini namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Kita tidak boleh berhenti berjuang. Dharma harus terus dihidupkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Dengan demikian, STAH Santika Dharma Malang akan menjadi cahaya penuntun bagi generasi Hindu di seluruh Nusantara,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, STAH Santika Dharma Malang meneguhkan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia Hindu yang unggul, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan zaman dengan berlandaskan nilai-nilai dharma dan budaya bangsa.