Gianyar (BIMAS HINDU) Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar terus berkomitmen memperkokoh fondasi moral dan spiritual generasi muda sejak usia dini. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Penyuluh Agama Hindu, Ni Wayan Wintari bersama Gusti Ngurah Darma, melalui pemberian bimbingan tatap muka yang intensif kepada anak-anak di Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Minggu (5/7). Melalui sinergi pembinaan ini, Kemenag Gianyar berupaya menanamkan nilai-nilai pengendalian diri yang bersumber pada ajaran suci Agama Hindu, khususnya pemahaman mendalam mengenai konsep Sad Ripu, sebagai instrumen penting pembentukan karakter luhur anak bangsa.
Dalam pembinaan yang berlangsung khidmat di lingkungan Pasraman Bali Prawerti Nawasena tersebut, para penyuluh secara runut mengenalkan hakikat Sad Ripu yang berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kata "Sat" yang berarti enam dan "Ripu" yang bermakna musuh. Anak-anak pasraman diajarkan untuk memahami bahwa Sad Ripu adalah enam sifat negatif atau musuh sejati yang bersemayam di dalam diri setiap manusia dan wajib dikendalikan agar tidak menimbulkan kehancuran. Enam musuh dalam diri tersebut meliputi Kama atau hawa nafsu yang tak terkendali, Lobha atau sifat keserakahan, Krodha yang berwujud kemarahan, Moha berupa kebingungan atau ketidaktahuan, Mada yang mencerminkan kemabukan baik perilaku negatif maupun terlena oleh kekuasaan dan kekayaan, serta Matsarya yang merupakan sifat iri hati.
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ni Wayan Wintari, menekankan bahwa penanaman karakter berbasis nilai agama harus dimulai sejak masa kanak-kanak agar melekat kuat hingga mereka dewasa. "Sad Ripu adalah tantangan moral terbesar bagi setiap individu. Jika anak-anak tidak dibekali kemampuan mengendalikan diri sejak dini, sifat-sifat negatif ini dapat menghambat potensi terbaik mereka serta merusak keharmonisan sosial. Kami ingin membimbing mereka agar mampu menjadi pribadi yang bijak, cerdas secara emosional, dan teguh dalam kebenaran dharma," ungkap Wintari di sela-sela kegiatan pembinaan.
Melalui internalisasi materi Sad Ripu ini, anak-anak pasraman tidak hanya diajak untuk mengenali berbagai sifat buruk tersebut, tetapi juga dibekali kemampuan praktis untuk mengendalikan emosi secara bijak. Pola pembinaan ini diarahkan agar para peserta didik mampu mengimplementasikan sikap disiplin, kejujuran, saling menghormati antarsesama, serta membiasakan perilaku positif dalam interaksi kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pasraman, maupun masyarakat luas.
Guna memastikan pesan keagamaan tersebut tersampaikan dengan efektif, proses pembelajaran dikemas secara interaktif dan rekreatif oleh para penyuluh melalui pemanfaatan permainan edukatif serta kuis tanya jawab. Pendekatan persuasif ini terbukti memantik antusiasme yang luar biasa dari para peserta, sehingga anak-anak dapat dengan mudah mencerna materi, memahami esensi filosofis ajaran Sad Ripu, dan menyadari pentingnya urgensi pengendalian diri sejak masa kanak-kanak tanpa merasa jenuh.
Apresiasi mendalam atas dedikasi jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar disampaikan langsung oleh Pengelola Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Ni Luh Ketut Adriani. Pihaknya menyatakan bahwa program bimbingan keagamaan yang menyentuh akar rumput seperti ini memberikan dampak yang sangat signifikan dalam membentengi moralitas sekaligus memperkuat kualitas spiritualitas anak-anak pasraman di tengah tantangan zaman. "Kami berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memperkuat karakter dan spiritualitas anak-anak pasraman," ujarnya penuh harap.
Pelaksanaan bimbingan tatap muka mengenai ajaran Sad Ripu ini menjadi bukti konkret dari implementasi program prioritas Kementerian Agama Kabupaten Gianyar dalam aspek penguatan literasi agama dan pembentukan karakter berbasis keagamaan sejak dini. Melalui kehadiran aktif para penyuluh agama di tengah masyarakat, Kemenag Gianyar terus bergerak maju memastikan nilai-nilai luhur agama menjadi pemandu utama dalam mencetak generasi emas yang memiliki keseimbangan jasmani dan rohani.
Berita Daerah
Tanamkan Nilai Pengendalian Diri, Anak-Anak Diajak Kenali Enam Musuh dalam Diri
- Senin, 6 Juli 2026 | 10:26 WIB