Tatap Era Baru, Tiga Calon Rektor IAHN-TP Palangka Raya Jalani Seleksi Ketat Penentuan Pemimpin

Wawancara Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test).

Palangka Raya (BIMAS HINDU) – Masa depan kepemimpinan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya mulai mengerucut. Pada Selasa (07/07/2026), tiga kandidat kuat Calon Rektor periode 2026-2030 beradu visi dan strategi dalam tahap krusial Wawancara Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test).

Berlangsung secara daring, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang tanya jawab, tetapi menjadi panggung pengujian kedalaman komitmen para calon pemimpin. Ketiga kandidat yang berhasil menembus tahap ini adalah Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si., dan Prof. Tiwi Etika, Ph.D. Secara bergantian, mereka membedah cetak biru pengembangan kampus di hadapan tujuh anggota Komisi Seleksi yang terdiri dari jajaran pakar dan akademisi profesional.

Meski dilaksanakan melalui platform konferensi video, dinamika dan ketajaman interaksi antara penguji dan kandidat tetap terbangun kuat. Panitia memastikan sistem daring ini justru mengoptimalkan efisiensi tanpa mereduksi objektivitas dan bobot penilaian sedikit pun.

Pelaksanaan seleksi ini mendapat pengawalan langsung dari Direktur Pendidikan Hindu Kementerian Agama, Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, yang saat ini turut mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor IAHN-TP Palangka Raya. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme serta kesiapan matang dari panitia dan seluruh pihak yang terlibat.

Prof. Ketut Sudarsana menegaskan bahwa uji kelayakan ini adalah momentum penentu, bukan sekadar pelengkap administrasi.

"Uji kepatutan dan kelayakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang untuk membedah kesiapan para calon dalam membawa IAHN Tampung Penyang menjadi perguruan tinggi keagamaan Hindu yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi bangsa." Ujarnya.

Kini, nasib kepemimpinan kampus berada pada hasil akumulasi penilaian dari ketujuh anggota Komisi Seleksi. Nilai tersebut akan menjadi instrumen utama dalam menetapkan figur terbaik yang layak menakhodai IAHN-TP Palangka Raya selama empat tahun ke depan.

Seluruh sivitas akademika kini menanti dengan penuh harap. Siapa pun yang kelak terpilih, tongkat estafet kepemimpinan tersebut diharapkan mampu melesatkan IAHN-TP menuju era keemasan yang baru.


Berita Daerah LAINNYA