Tirta Yatra ke Pura Segara Wukir, Umat Hindu Tempuh Perjalanan Spiritual hingga Panglukatan di Pantai Ngobaran

Tirta Yatra ke Pura Segara Wukir, Umat Hindu Tempuh Perjalanan Spiritual hingga Panglukatan di Pantai Ngobaran

Gunungkidul (Bimas Hindu) - Gunungkidul – Perjalanan menuju tempat-tempat suci tak sekadar menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat keyakinan dan menyucikan batin. Semangat itulah yang mengiringi rombongan umat Hindu dari Kabupaten Karangasem, Bali, saat melaksanakan Tirta Yatra ke Pura Segara Wukir di kawasan Pantai Ngobaran, Gunungkidul, Senin (6/7/2026).

Rombongan disambut Ketua Pengempon Pura Segara Wukir, Sri Purwati, didampingi Andi Prasetyo. Prosesi persembahyangan berlangsung khidmat dan dipuput oleh Jro Mangku Parman, diikuti seluruh peserta Tirta Yatra.

Dalam sambutannya, Sri Purwati menyampaikan bahwa Pura Segara Wukir menjadi salah satu tempat suci yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu. Meski akses menuju pura cukup menantang, hal tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan batin dalam memperkuat sradha dan bhakti.

"Jalanan menuju Pura Segara Wukir memang menantang, namun setiap langkah yang ditempuh merupakan bagian dari perjalanan spiritual. Semoga setiap umat yang tangkil memperoleh penyucian batin, kedamaian, kerahayuan, dan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa," ujarnya.

Ia menambahkan, Tirta Yatra bukan sekadar perjalanan mengunjungi tempat suci, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, membersihkan batin, serta memohon keselamatan dan keharmonisan dalam kehidupan.

Pada kesempatan yang sama, Andi Prasetyo memaparkan sejarah Pura Segara Wukir yang berdiri sejak 1972. Ia menjelaskan, pura tersebut memiliki tujuh pelinggih di Mandala Utama dan empat pelinggih di Mandala Nista, dengan piodalan yang diperingati setiap Purnama Karo.

Selain memiliki nilai sejarah, kawasan Pantai Ngobaran yang berada tepat di bawah pura juga menyimpan keunikan alam. Saat air laut surut, muncul mata air tawar dari sungai bawah tanah yang dimanfaatkan umat untuk melaksanakan panglukatan sebagai simbol penyucian diri sebelum melanjutkan perjalanan spiritual.

Perpaduan antara kesucian pura, panorama pesisir selatan, dan tradisi panglukatan menjadikan Pura Segara Wukir sebagai salah satu destinasi Tirta Yatra yang sarat makna. Kehadiran rombongan umat Hindu dari Bali sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antarumat Hindu lintas daerah serta memperkokoh semangat menjaga dan melestarikan warisan spiritual Hindu di Nusantara.l


Berita Daerah LAINNYA