Wujudkan Layanan Berdampak, Kemenag Klungkung Bekali Warga Binaan Rutan Kelas IIB dengan Ajaran Panca Satya

Penyuluhan bertema Panca Satya kepada 40 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Klungkung

Klungkung (BIMAS HINDU) — Perubahan besar kerap berawal dari nilai-nilai sederhana yang tumbuh di dalam diri. Berangkat dari keyakinan bahwa kesetiaan pada kebenaran dapat menjadi pijakan untuk menjalani hidup yang lebih baik, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung melalui Penyuluh Agama Hindu memberikan penyuluhan bertema Panca Satya kepada 40 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Klungkung pada Selasa (07/07/2026).

Melalui penyuluhan ini, para peserta diajak untuk memahami makna kesetiaan sebagai landasan dalam membangun karakter, memperbaiki diri, serta menatap masa depan dengan lebih optimis.

Menyambut baik pelaksanaan program tersebut, Pembina Kepribadian Rutan Kelas IIB Klungkung, I Wayan Hery Kristiana, menyampaikan apresiasi dan harapannya bagi para warga binaan yang mengikuti pembinaan.

"Semoga penyuluhan ini bisa memberikan gambaran serta menjadi bekal kepribadian yang menjunjung tinggi kesetiaan dalam ajaran dharma. Hal ini menjadi komitmen penting bagi warga binaan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik," ungkap Wayan Hery.

Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Kadek Ita Yuliani, selaku narasumber memaparkan bahwa materi difokuskan pada ajaran Panca Satya, yakni lima prinsip moral dalam agama Hindu yang mengajarkan kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

"Ajaran ini merupakan bagian dari Panca Yama Brata (lima kewajiban moral) untuk menciptakan keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan manusia," jelas Ita.

Lebih lanjut, Ita merinci kelima bagian tersebut. Satya Wacana mengajarkan kejujuran dalam setiap ucapan, sementara Satya Hredaya menanamkan kesetiaan pada hati nurani dan kebenaran agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyimpang.

"Ketiga yaitu Satya Laksana yang berarti kesetiaan dan tanggung jawab terhadap perbuatan, serta jujur mengakui segala tindakan yang telah dilakukan," sambungnya.

Dua prinsip lainnya melengkapi ajaran ini, yakni Satya Mitra yang mengajarkan kesetiaan dalam persahabatan dan persaudaraan, serta Satya Samaya yang mengingatkan pentingnya menepati setiap janji yang telah disepakati. Kelima nilai tersebut diharapkan menjadi tameng moral agar setiap individu mampu menjalani kehidupan yang harmonis dan bertanggung jawab.

Pembinaan karakter melalui ajaran Panca Satya ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kemenag. Nilai-nilai yang ditanamkan sangat selaras dengan semangat Layanan Keagamaan Berdampak, di mana pembinaan agama ditargetkan memberi manfaat yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Di saat yang sama, pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, dan kesetiaan ini juga memperkuat upaya Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, dengan membentuk pribadi yang mampu hidup harmonis, menghargai sesama, serta siap berkontribusi positif saat kembali ke tengah masyarakat kelak.


Berita Daerah LAINNYA